Review 4!!!!
Yeah !!! Ini berarti tinggal dua lagi review yang harus dikerjain, dan berarti juga malam mingguku akan terselamatkaan !! :D *halah
Bisa dibilang review kali ini aku paham kayak review 3 soalnya direview ini dikasih contoh film, jadi tinggal nonton filmnya dan tulis review hahaha :D
Ini nih
HI 2012
REALISM
Is international anarchy the permissive cause of
war?
Sistem internasional dalam kondisi
anarki adalah asumsi global yang dicakup oleh teoris-teoris HI dan
praktisioner. Sebenarnya, ada tiga asumsi tentang mitos anarki internasional,
yaitu politik internasional disusun oleh negara bangsa yang berdaulat, tidak
adanya pemerintah dunia yang berarti bahwa tidak ada aturan-aturan
internasional, dan ketidak hadiran pemerintah dunia atau pengatur maka berarti
kondisi politik internasional dalam keadaan anarki. Kenneth Waltz berkata bahwa
‘international anarchy is the permissive
cause of war’. Masing-masing negara pasti memiliki kepentingannya
sendiri-sendiri dalam dunia internasional. Terkadang, kepentingan-kepentingan
antar negara satu dengan negara yang lain saling bertabrakan dan menyebabkan
anarki internasional.
Kenapa perang terjadi? Ini adalah
pertanyaan Kenneth Waltz yang dipertanyakan pada dirinya sendiri. Semenjak
pertanyaan ini dimunculkan, banyak jawaban-jawaban atas pertanyaan ini.
Jawaban-jawaban ini dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu individu, negara,
dan sistem negara. Waltz menyimpulkan bahwa dengan banyaknya negara berdaulat,
dengan tidak adanya sistem hukum yang bisa memaksa mereka, dengan tiap negara
menganggap keluhan-keluhan dan kepentingan-kepentingan mereka menurut perintah
dari alasan itu atau keinginan-konflik, kadang-kadang membawa kepada perang,
adalah loncatan ke kejadian itu.
Dalam situasi seperti ini, Waltz
mendiskripsikan bahwa tidak adanya pemerintah dunia yang bisa menghentikan
negara-negara dari mengejar masing-masing kepentingannya. Waltz berpendapat
bahwa perang terjadi karena tidak ada yang bisa mencegah hal tersebut. Seperti
yang sudah disebutkan tadi, bahwa tidak adanya autoritas sebagai pengatur dunia
atau tidak adanya pemerintah dunia. Waltz mengibaratkan negara-negara didunia
seperti bola bilyar yang saling melawan satu sama lain. Ada dua kondisi dari
organisasi yang berhubungan dengan politik, yaitu hirarki dan anarki. Hirarki
berarti bagaimana politik diorganisir di dalam negara, yang mempunyai hak untuk
memonopoli legitimasi penggunaan kekuasaan dan distribusi tugas diantara
berbagai macam cabang pemerintahan. Anarki berarti bagaimana politik diorganisir secara global
diantara negara-negara di sistem internasional dengan tidak adanya pusat
kekuasaan, kekuasaan penting dipegang oleh setidaknya dua negara dan
masing-masing fungsi negara seperti setiap negara lain di politik internasional
karena tidak ada bagian tugas untuk berbicara diantara negara-negara
Ada sebuah film berjudul Lord of The Flies yang dibuat
berdasarkan novel dengan judul yang sama karya William Golding yang
dipublikasikan pada tahun 1954. Versi Inggris tahun 1963 dirilis ulang pada
tahun 1999, sedangkan versi Amerika dirilis tahun 1994. Ada perbedaan antara
dua versi film ini, dimana versi Inggris lebih mengikuti novelnya, sedangkan
versi Amerika memasukkan teori anarki Waltz kedalamnya. Penulis buku lebih
menjelaskan tentang versi Inggris dari film tersebut. Lord of The Flies menggambarkan Perang Dunia ke-2 dimana Inggris
dibom oleh Jerman. Karena banyaknya pengeboman, anak-anak Inggris dipindahkan
ke daerah pedalaman Inggris dan yang lainnya ke luar Inggris. Seperti
sekelompok anak-anak sekolah Inggris yang akan dipindahkan ke Australia, ketika
pesawat mereka menabrak tempat terpencil di Pulau Pasifik, tidak ada orang
dewasa yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Dalam film ini, hirarki
digambarkan dengan aturan-aturan, alasan dan perintah dari orang dewasa, sedang
anarki digambarkan dengan tidak adanya orang dewasa. Anak-anak yang terdampar
di pulau terpencil itu bukan dari satu sekolah yang sama, melainkan dari
sekolah yang berbeda, ini menggambarkan negara-negara di dunia.
Anak-anak itu memilih Ralph sebagai
pemimpin mereka. Dia bertanggung jawab untuk mengumpulkan anak-anak yang
terdampar dengan meniup kulit kerang. Kulit kerang ini menjadi simbol dari
aturan-aturan dan keadilan-keadilan. Jack, ketua dari paduan suara sebuah
sekolah menjadi satu-satunya yang berani menentang Ralph. Ralph memberi Jack
kuasa atas kelompok paduan suaranya, dan Jack memutuskan mereka akan menjadi
pemburu. Ralph memerintah anak-anak untuk membangun tempat berlindung dan
mengumpulkan buah-buahan. Jack dan kelompok paduan suaranya menjelajahi pulau
dan mencoba membunuh babi hutan liar. Mereka sepakat untuk membuat api di
puncak gunung, sehingga jika ada kapal atau pesawat yang mendekati pulau itu
akan tahu keberadaan mereka. Jack bersukarela menyerahkan pemburunya untuk
pekerjaan ini. Semuanya baik-baik saja, sampai ketika ada pesawat yang melintas
di atas pulau tersebut. Ralph dan anak-anak lain menyadari bahwa api di puncak
gunung tidak menyala. Jack dan pemburu-pemburunya sedang sangat gembira karena
mereka membunuh babi hutan liar pertama mereka.
Dalam film ini digambarkan adanya
pengatur, yaitu Ralph, namun kepentingannya dan kepentingan Jack bertentangan.
Ralph lebih tertarik untuk bagaimana mereka ditolong karena dia tidak percaya
anak-anak bisa bertahan di pulau tersebut. Jack lebih tertarik pada berburu,
kemampuan yang harus dimiliki untuk bertahan di pulau tersebut. Konflik ini
diperburuk dengan hirarki yang dimiliki Ralph ditentang oleh Jack. Anak-anak
yang terdampar itu akhirnya terbagi menjadi dua kelompok, dimana kelompok yang
satu berusaha untuk diselamatkan dengan menjaga api tetap menyala dan kelompok
yang lain berusaha bertahan dengan menghabiskan waktu berburu babi hutan liar.
Lama-kelamaan, kebanyakan anak-anak bergabung dengan kelompok Jack karena
mereka diberi makanan dan perlindungan. Kejadian ini berakhir dengan konflik
mematikan satu sama lain. Dimulai dengan penghinaan pada Ralph dan Piggy yang
meminta daging buruan kepada Jack, tetapi Jack memberi mereka pisang. Kemudian
Jack mengambil kacamata Piggy. Ketika Ralph dan Piggy berusaha untuk
mendapatkan kembali kacamata Piggy di ujung pulau yang ditempati Jack, mereka
dihina dan diancam. Roger dengan sengaja mendorong sebuah batu di jurang dan
menewaskan Piggy (Piggy sebagai pemegang kulit kerang yang menjadi simbol
aturan-aturan). Ralph melarikan diri dan dikejar oleh suku Jack. Dia berjuang
melewati hutan. Dengan cepat, Ralph menuju ke pantai. Dia terjatuh di kaki
seorang perwira angkatan laut Inggris yang datang untuk menginvestigasi pulau
tersebut karena api raksasa. Ralph dan anak-anak yang mengejarnya berusaha
memahami situasi mereka. Anak-anak yang bingung menyiapkan diri memasuki dunia
dengan hirarki yang sudah lama mereka tinggalkan.
Film ini terlihat mendukung teori
Waltz. Dapat dilihat dari lima hal yaitu pertama adanya kehilangan hirarki
(tidak ada orang dewasa), kedua adanya usaha untuk mengembalikan hirarki dengan
aturan-aturan dan pemilihan-pemilihan, ketiga hirarki gagal karena tidak adanya
seseorang untuk melaksanakan aturan-aturan, keempat konflik terjadi diantara
anak-anak, menghasilkan perang diantara dua kelompok dan dengan sengaja membunuh
Piggy, dan kelima anarki berakhir dengan diperkenalkannya kembali autoritas
orang dewasa. Satu-satunya yang hilang dari daftar yang dibuat Waltz dan
diilustrasikan dalam film adalah ketakutan. Ketika anak-anak kecil bertanya
kepada yang lebih besar apa yang harus dilakukan dengan ”snake thing” yang disebut-sebut sebagai monster. Keberadaan monster
itu ditentang oleh Ralph dan Jack, tetapi ada perbedaan respon antara Ralph dan
Jack mengenai keberadaan monster tersebut. Ralph berpendapat tidak ada monster.
Jack terlihat setuju dengan Ralph tetapi dia beranggapan bahwa mungkin saja ada
monster. Suatu hari, Jack dan kelompoknya menangkap satu babi hutan liar. Dia
memotong kepalanya dan menaruhnya di tempat monster. Ketika Jack dan
kelompoknya merayakan perburuannya, Simon menaiki gunung dan datang untuk
melihat monster itu. Dia menemukan bahwa monster itu adalah prajurit terjun
payung yang menggantung di pohon. Simon menuruni gunung dalam gelap dan
terbunuh ketika anggota kelompok Jack melihat ada yang bergerak di antara
semak-semak dan menganggap itu adalah monster. Simon harus mati karena dia
mengetahui bahwa tidak ada monster, dan tanpa monster akan sulit bagi Jack
untuk menuntut kepemimpinannya atas Ralph. Monster ini atau ketakutan tidak
bisa di bunuh karena itu penting. Itu penting untuk teori anarki Waltz untuk
dapat berfungsi.
Film Lord of The Flies menggambarkan suasana saat Perang Dunia ke-2
berlangsung, dimana tidak adanya pihak yang dapat memediasi sekutu dan Amerika
sehingga perangpun terjadi. Sama halnya dengan film tersebut dimana tidak
adanya pihak yang dapat memediasi Ralph dan Jack. Jadi, apakah benar ‘international anarchy is the permissive
cause of war’?. Dalam film tersebut, penggambaran anarki internasional adalah sikap kompetitif dan anak-anak
yang mengalami dilema keamanan di pulau sehingga mereka saling berkonflik.
Sebenarnya apa fungsi ketakutan? Jika ketakutan dapat digunakan untuk
menyatukan negara-negara, daripada membuat mereka berperang, anarki
internasional akan terlihat berbeda.
Anarki, bagaimanapun itu dilengkapi dengan ketakutan bukan alasan yang
diperbolehkan untuk berperang karena perang tidak akan mungkin berakibat dari
ketakutan yang menyatukan manusia disekitar alasan yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar