Rabu, 01 Mei 2013

Review 4 - Realisme

Review 4!!!!
Yeah !!! Ini berarti tinggal dua lagi review yang harus dikerjain, dan berarti juga malam mingguku akan terselamatkaan !! :D *halah
Bisa dibilang review kali ini aku paham kayak review 3 soalnya direview ini dikasih contoh film, jadi tinggal nonton filmnya dan tulis review hahaha :D
Ini nih

HI 2012

REALISM
Is international anarchy the permissive cause of war?


            Sistem internasional dalam kondisi anarki adalah asumsi global yang dicakup oleh teoris-teoris HI dan praktisioner. Sebenarnya, ada tiga asumsi tentang mitos anarki internasional, yaitu politik internasional disusun oleh negara bangsa yang berdaulat, tidak adanya pemerintah dunia yang berarti bahwa tidak ada aturan-aturan internasional, dan ketidak hadiran pemerintah dunia atau pengatur maka berarti kondisi politik internasional dalam keadaan anarki. Kenneth Waltz berkata bahwa ‘international anarchy is the permissive cause of war’. Masing-masing negara pasti memiliki kepentingannya sendiri-sendiri dalam dunia internasional. Terkadang, kepentingan-kepentingan antar negara satu dengan negara yang lain saling bertabrakan dan menyebabkan anarki internasional.
            Kenapa perang terjadi? Ini adalah pertanyaan Kenneth Waltz yang dipertanyakan pada dirinya sendiri. Semenjak pertanyaan ini dimunculkan, banyak jawaban-jawaban atas pertanyaan ini. Jawaban-jawaban ini dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu individu, negara, dan sistem negara. Waltz menyimpulkan bahwa dengan banyaknya negara berdaulat, dengan tidak adanya sistem hukum yang bisa memaksa mereka, dengan tiap negara menganggap keluhan-keluhan dan kepentingan-kepentingan mereka menurut perintah dari alasan itu atau keinginan-konflik, kadang-kadang membawa kepada perang, adalah loncatan ke kejadian itu.
            Dalam situasi seperti ini, Waltz mendiskripsikan bahwa tidak adanya pemerintah dunia yang bisa menghentikan negara-negara dari mengejar masing-masing kepentingannya. Waltz berpendapat bahwa perang terjadi karena tidak ada yang bisa mencegah hal tersebut. Seperti yang sudah disebutkan tadi, bahwa tidak adanya autoritas sebagai pengatur dunia atau tidak adanya pemerintah dunia. Waltz mengibaratkan negara-negara didunia seperti bola bilyar yang saling melawan satu sama lain. Ada dua kondisi dari organisasi yang berhubungan dengan politik, yaitu hirarki dan anarki. Hirarki berarti bagaimana politik diorganisir di dalam negara, yang mempunyai hak untuk memonopoli legitimasi penggunaan kekuasaan dan distribusi tugas diantara berbagai macam cabang pemerintahan. Anarki berarti  bagaimana politik diorganisir secara global diantara negara-negara di sistem internasional dengan tidak adanya pusat kekuasaan, kekuasaan penting dipegang oleh setidaknya dua negara dan masing-masing fungsi negara seperti setiap negara lain di politik internasional karena tidak ada bagian tugas untuk berbicara diantara negara-negara
            Ada sebuah film berjudul Lord of The Flies yang dibuat berdasarkan novel dengan judul yang sama karya William Golding yang dipublikasikan pada tahun 1954. Versi Inggris tahun 1963 dirilis ulang pada tahun 1999, sedangkan versi Amerika dirilis tahun 1994. Ada perbedaan antara dua versi film ini, dimana versi Inggris lebih mengikuti novelnya, sedangkan versi Amerika memasukkan teori anarki Waltz kedalamnya. Penulis buku lebih menjelaskan tentang versi Inggris dari film tersebut. Lord of The Flies menggambarkan Perang Dunia ke-2 dimana Inggris dibom oleh Jerman. Karena banyaknya pengeboman, anak-anak Inggris dipindahkan ke daerah pedalaman Inggris dan yang lainnya ke luar Inggris. Seperti sekelompok anak-anak sekolah Inggris yang akan dipindahkan ke Australia, ketika pesawat mereka menabrak tempat terpencil di Pulau Pasifik, tidak ada orang dewasa yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Dalam film ini, hirarki digambarkan dengan aturan-aturan, alasan dan perintah dari orang dewasa, sedang anarki digambarkan dengan tidak adanya orang dewasa. Anak-anak yang terdampar di pulau terpencil itu bukan dari satu sekolah yang sama, melainkan dari sekolah yang berbeda, ini menggambarkan negara-negara di dunia.
            Anak-anak itu memilih Ralph sebagai pemimpin mereka. Dia bertanggung jawab untuk mengumpulkan anak-anak yang terdampar dengan meniup kulit kerang. Kulit kerang ini menjadi simbol dari aturan-aturan dan keadilan-keadilan. Jack, ketua dari paduan suara sebuah sekolah menjadi satu-satunya yang berani menentang Ralph. Ralph memberi Jack kuasa atas kelompok paduan suaranya, dan Jack memutuskan mereka akan menjadi pemburu. Ralph memerintah anak-anak untuk membangun tempat berlindung dan mengumpulkan buah-buahan. Jack dan kelompok paduan suaranya menjelajahi pulau dan mencoba membunuh babi hutan liar. Mereka sepakat untuk membuat api di puncak gunung, sehingga jika ada kapal atau pesawat yang mendekati pulau itu akan tahu keberadaan mereka. Jack bersukarela menyerahkan pemburunya untuk pekerjaan ini. Semuanya baik-baik saja, sampai ketika ada pesawat yang melintas di atas pulau tersebut. Ralph dan anak-anak lain menyadari bahwa api di puncak gunung tidak menyala. Jack dan pemburu-pemburunya sedang sangat gembira karena mereka membunuh babi hutan liar pertama mereka.
            Dalam film ini digambarkan adanya pengatur, yaitu Ralph, namun kepentingannya dan kepentingan Jack bertentangan. Ralph lebih tertarik untuk bagaimana mereka ditolong karena dia tidak percaya anak-anak bisa bertahan di pulau tersebut. Jack lebih tertarik pada berburu, kemampuan yang harus dimiliki untuk bertahan di pulau tersebut. Konflik ini diperburuk dengan hirarki yang dimiliki Ralph ditentang oleh Jack. Anak-anak yang terdampar itu akhirnya terbagi menjadi dua kelompok, dimana kelompok yang satu berusaha untuk diselamatkan dengan menjaga api tetap menyala dan kelompok yang lain berusaha bertahan dengan menghabiskan waktu berburu babi hutan liar. Lama-kelamaan, kebanyakan anak-anak bergabung dengan kelompok Jack karena mereka diberi makanan dan perlindungan. Kejadian ini berakhir dengan konflik mematikan satu sama lain. Dimulai dengan penghinaan pada Ralph dan Piggy yang meminta daging buruan kepada Jack, tetapi Jack memberi mereka pisang. Kemudian Jack mengambil kacamata Piggy. Ketika Ralph dan Piggy berusaha untuk mendapatkan kembali kacamata Piggy di ujung pulau yang ditempati Jack, mereka dihina dan diancam. Roger dengan sengaja mendorong sebuah batu di jurang dan menewaskan Piggy (Piggy sebagai pemegang kulit kerang yang menjadi simbol aturan-aturan). Ralph melarikan diri dan dikejar oleh suku Jack. Dia berjuang melewati hutan. Dengan cepat, Ralph menuju ke pantai. Dia terjatuh di kaki seorang perwira angkatan laut Inggris yang datang untuk menginvestigasi pulau tersebut karena api raksasa. Ralph dan anak-anak yang mengejarnya berusaha memahami situasi mereka. Anak-anak yang bingung menyiapkan diri memasuki dunia dengan hirarki yang sudah lama mereka tinggalkan.
            Film ini terlihat mendukung teori Waltz. Dapat dilihat dari lima hal yaitu pertama adanya kehilangan hirarki (tidak ada orang dewasa), kedua adanya usaha untuk mengembalikan hirarki dengan aturan-aturan dan pemilihan-pemilihan, ketiga hirarki gagal karena tidak adanya seseorang untuk melaksanakan aturan-aturan, keempat konflik terjadi diantara anak-anak, menghasilkan perang diantara dua kelompok dan dengan sengaja membunuh Piggy, dan kelima anarki berakhir dengan diperkenalkannya kembali autoritas orang dewasa. Satu-satunya yang hilang dari daftar yang dibuat Waltz dan diilustrasikan dalam film adalah ketakutan. Ketika anak-anak kecil bertanya kepada yang lebih besar apa yang harus dilakukan dengan ”snake thing” yang disebut-sebut sebagai monster. Keberadaan monster itu ditentang oleh Ralph dan Jack, tetapi ada perbedaan respon antara Ralph dan Jack mengenai keberadaan monster tersebut. Ralph berpendapat tidak ada monster. Jack terlihat setuju dengan Ralph tetapi dia beranggapan bahwa mungkin saja ada monster. Suatu hari, Jack dan kelompoknya menangkap satu babi hutan liar. Dia memotong kepalanya dan menaruhnya di tempat monster. Ketika Jack dan kelompoknya merayakan perburuannya, Simon menaiki gunung dan datang untuk melihat monster itu. Dia menemukan bahwa monster itu adalah prajurit terjun payung yang menggantung di pohon. Simon menuruni gunung dalam gelap dan terbunuh ketika anggota kelompok Jack melihat ada yang bergerak di antara semak-semak dan menganggap itu adalah monster. Simon harus mati karena dia mengetahui bahwa tidak ada monster, dan tanpa monster akan sulit bagi Jack untuk menuntut kepemimpinannya atas Ralph. Monster ini atau ketakutan tidak bisa di bunuh karena itu penting. Itu penting untuk teori anarki Waltz untuk dapat berfungsi.
            Film Lord of The Flies menggambarkan suasana saat Perang Dunia ke-2 berlangsung, dimana tidak adanya pihak yang dapat memediasi sekutu dan Amerika sehingga perangpun terjadi. Sama halnya dengan film tersebut dimana tidak adanya pihak yang dapat memediasi Ralph dan Jack. Jadi, apakah benar ‘international anarchy is the permissive cause of war’?. Dalam film tersebut, penggambaran anarki internasional adalah sikap kompetitif dan anak-anak yang mengalami dilema keamanan di pulau sehingga mereka saling berkonflik. Sebenarnya apa fungsi ketakutan? Jika ketakutan dapat digunakan untuk menyatukan negara-negara, daripada membuat mereka berperang, anarki internasional akan terlihat berbeda. Anarki, bagaimanapun itu dilengkapi dengan ketakutan bukan alasan yang diperbolehkan untuk berperang karena perang tidak akan mungkin berakibat dari ketakutan yang menyatukan manusia disekitar alasan yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar