Oke...part 4 pun hadir setelah saya menulis part 1, part 2 dan part 3 :)
Selamat membaca..
“ Moshi-moshi.”
“ Genji san, bagaimana Hana san?”
“ Masih belum sadar, kau apa kabar Tamada san?”
“ Aku baik, Yumi san juga baik. Lalu kau?”
“ Bagaimana aku bisa sakit kalau aku sedang berada di dekat gadis itu?” terdengar tawa kecil Tamada mendengar hal itu.
“ Tapi aku tahu, hatimu pasti sakit melihat Adhi san dengan Hana san. Apa kau belum juga jujur pada Hana san tentang perasaanmu?”
“ Bagaimana aku jujur, kau tahu Hana san belum juga sadar.”
“ Lalu bagaimana kalau Hana san tidak sadar?”
“ Kau jangan berbicara sembarangan Tamada san!” Genji menjadi kesal.
“ Aku hanya berbicara tentang kemungkinan terburuk. Kau tahu Genji san, tiada yang tahu kapan Hana san kau dan aku akan mati,”
“ Lalu aku harus bagaimana ?”
“ Berkatalah jujur padanya sebelum kau menyesal.”
“ Tapi, apa dia bisa mendengar ucapanku?”
Sabtu, 29 September 2012
Selasa, 11 September 2012
Kokoro No Tomo Part 3
Genji san terlihat kebingungan mencari rumah Hana san. Setelah setengah jam mondar mandir di daerah kemang, akhirnya Genji san menemukan rumah Hana san.
“ sumimasen, Hana san….” Ibu Hana terlihat bingung melihat lelaki tampan bermata sipit di depan nya.
“ can you speak English?” ibu Hana berbicara hati-hati.
Genji san terdiam sejenak. Dalam hatinya dia bingung bagaimana cara dia mengatakan bahwa dia adalah teman Hana dari Japan. Bahasa Inggris Genji san sangat payah. Kemudian dia membuka kamus japan-indonesia nya. Dia mencari-cari bahasa Indonesia dari tomodachi.
“ Temang Hana san, Tokyo, Japan.”
“ maksud anda teman Hana dari Tokyo?”
“ Hai, te-man Hana.”
“ oh, saya ibunya. Nama anda siapa?” lagi-lagi Genji terlihat bingung. “ mom, mother. “
“ mother? Namae wa? ” senyum Genji mengembang. “ Hajimemashite, Genji san. Douzoyoroshiku.”
“ sumimasen, Hana san….” Ibu Hana terlihat bingung melihat lelaki tampan bermata sipit di depan nya.
“ can you speak English?” ibu Hana berbicara hati-hati.
Genji san terdiam sejenak. Dalam hatinya dia bingung bagaimana cara dia mengatakan bahwa dia adalah teman Hana dari Japan. Bahasa Inggris Genji san sangat payah. Kemudian dia membuka kamus japan-indonesia nya. Dia mencari-cari bahasa Indonesia dari tomodachi.
“ Temang Hana san, Tokyo, Japan.”
“ maksud anda teman Hana dari Tokyo?”
“ Hai, te-man Hana.”
“ oh, saya ibunya. Nama anda siapa?” lagi-lagi Genji terlihat bingung. “ mom, mother. “
“ mother? Namae wa? ” senyum Genji mengembang. “ Hajimemashite, Genji san. Douzoyoroshiku.”
Sabtu, 08 September 2012
Kokoro No Tomo Part 2
Lanjutan dari Part 1
Pandangan Hana tak lepas dari sosok laki-laki di sebelah Tamada. Laki-laki itu terlihat beda dari biasanya. Laki laki itu melamun selama tiga puluh menit di bandara. Hana sendiri bingung kenapa sikap Genji hari itu sangat aneh. Kenapa Genji tidak bercerita atau berbicara banyak dengannya sebelum ia pulang ke Indonesia. Kenapa Genji malah diam dan membuatnya khawatir?
“ Hana san kenapa murung? Memikirkan apa ?” suara Yume san tiba-tiba memecah kegalauan Hana.
“ ah tidak apa-apa Yume san. Aku hanya takut kalian semua melupakanku.”
“ ah tidak mungkin…” Yume dan Tamada kompak. Genji masih terlihat murung. Dua belas menit lagi pesawat Hana akan segera berangkat, tapi Genji masih diam dan entah melayang kemana pikirannya saat itu. Tiga menit berselang, Hana berpamitan pada teman-temannya itu, tapi Genji tetap diam.
“ Hana san kenapa murung? Memikirkan apa ?” suara Yume san tiba-tiba memecah kegalauan Hana.
“ ah tidak apa-apa Yume san. Aku hanya takut kalian semua melupakanku.”
“ ah tidak mungkin…” Yume dan Tamada kompak. Genji masih terlihat murung. Dua belas menit lagi pesawat Hana akan segera berangkat, tapi Genji masih diam dan entah melayang kemana pikirannya saat itu. Tiga menit berselang, Hana berpamitan pada teman-temannya itu, tapi Genji tetap diam.
Rabu, 05 September 2012
Kokoro No Tomo Part 1
Dear diary…………
Ini adalah malam terahirku di Tokyo. Berat sekali rasanya meninggalkan kota ini.
Mulai besok aku akan memulai malam tanpa Tamada san, Yumi san, dan si usil Genji.
Siapa lagi yang akan mengusiliku di Indonesia nanti? Siapa yang akan menemaniku begadang menonton Barcelona, dan siapa yang dengan setia menemaniku karaoke-an di akhir pekan? Tentunya aku sangat merindukan mereka, terutama Tamao Genji, penghuni apartemen 23 yang hobi menakut-nakutiku dengan cerita-cerita seramnya.
Ini adalah malam terahirku di Tokyo. Berat sekali rasanya meninggalkan kota ini.
Mulai besok aku akan memulai malam tanpa Tamada san, Yumi san, dan si usil Genji.
Siapa lagi yang akan mengusiliku di Indonesia nanti? Siapa yang akan menemaniku begadang menonton Barcelona, dan siapa yang dengan setia menemaniku karaoke-an di akhir pekan? Tentunya aku sangat merindukan mereka, terutama Tamao Genji, penghuni apartemen 23 yang hobi menakut-nakutiku dengan cerita-cerita seramnya.
Selasa, 04 September 2012
Sedikit Cerita
Wah...udah brapa abad nih nggak buka blog...
Maklum...maba, jadi sibuk pmb.. (ceilee)
Alhamdulillah...
seperti postingan saya beberapa bulan lalu, saya diterima di Hubungan Internasional (International Relation) Universitas Diponegoro.
Bener bener bersyukur bisa masuk di HI.
Langganan:
Postingan (Atom)