Kamis, 22 Februari 2018

Hati-hati di Dunia Cyber

Setelah bekerja sebagai salah satu Social Media Support di perusahaan fintech di Semarang yang setiap hari online dan saya sendiri pengguna aktif sosial media, saya mendapati beberapa perilaku para netizen di Indonesia khususnya, dalam menggunakan internet. Para netizen khususnya di Indonesia ini suka membaca. Lha wong postingan dari salah satu akun instagram gosip aja setiap hari dibaca kok termasuk saya juga. Mereka mau membaca headline berita yang judulnya wow tapi hoax dan berasal dari situs abal-abal daripada judul yang biasa saja tapi berita tersebut real dan berasal dari situs terpercaya. Parahnya, setelah membaca berita hoax ini, mereka menyebarkannya dan orang yang membaca berita tersebut menyebarkannya lagi dan begitu seterusnya. Namun, jika ada judul berita yang biasa saja namun dari situs yang kredibel netizen justru kurang melirik ini. Begitu mudahnya sebuah judul berita menggiring persepsi masyarakat. Jadi, kalau kalian mau blog kalian banyak dibaca orang, coba gunakan judul artikel yang wow dan cenderung membuat pembaca merasa triggered. Hehe.

Sabtu, 20 Januari 2018

Exchange? Ngapain?

Ini sudah 2018. New year new me kata orang-orang. Ketika orang lain sibuk membuat resolusi sana-sini dan melihat kedepan, saya malah sibuk melihat kebelakang, merecall kenangan-kenangan saya selama exchange.Saya belum bisa move on! Pengalaman, kawan baru, tempat baru, local value(s) baru, makanan baru yang saya dapat disana serasa film yang terus berputar di kepala saya secara otomatis. Ini adalah pengalaman exchange saya pertama kali setelah menunggu selama  4,5 tahun (di bangku kuliah) dan 22 tahun (umur saya saat itu). Bagaimana saya tidak terus terngiang-ngiang saat-saat saya disana? Semua penantian, pengorbanan menunda sidang skripsi yang otomatis memundurkan tanggal kelulusan saya, dan puasa di negeri orang rasanya kok manis sekali seperti senyuman doi (eaaak). Gimana saya bisa move on saudara-saudari sekalian? :(

Rabu, 03 Januari 2018

Satu Semester Tinggal di Vietnam (2)

Link part 1 disini

Kedubes Vietnam di Jakarta
Setelah dapat referensi dari host university perihal visa, saya dan Anisah memutuskan untuk pergi bersama ke Kedutaan Besar Vietnam yang ada di Jakarta menggunakan kereta. Itu adalah kali pertama saya menggunakan kereta untuk bepergian jauh. Karena kurang pengalaman dan terburu-buru memesan tiket, saya memilih kereta kelas ekonomi. Beberapa jam di kereta dengan AC yang bocor tepat diatas kepala saya, suasana kereta yang sangat ramai dan tempat duduk yang kurang nyaman, saya berjanji pada diri saya sendiri kalau pergi kemanapun naik kereta (kalau punya uang hehe) saya akan lebih memilih kereta bisnis. Kami menggunakan uang kami sendiri terlebih dahulu untuk membuat visa, untuk nantinya akan di reimburse oleh pihak host university sesampainya kami di Hue.