Rabu, 03 Januari 2018

Satu Semester Tinggal di Vietnam (2)

Link part 1 disini

Kedubes Vietnam di Jakarta
Setelah dapat referensi dari host university perihal visa, saya dan Anisah memutuskan untuk pergi bersama ke Kedutaan Besar Vietnam yang ada di Jakarta menggunakan kereta. Itu adalah kali pertama saya menggunakan kereta untuk bepergian jauh. Karena kurang pengalaman dan terburu-buru memesan tiket, saya memilih kereta kelas ekonomi. Beberapa jam di kereta dengan AC yang bocor tepat diatas kepala saya, suasana kereta yang sangat ramai dan tempat duduk yang kurang nyaman, saya berjanji pada diri saya sendiri kalau pergi kemanapun naik kereta (kalau punya uang hehe) saya akan lebih memilih kereta bisnis. Kami menggunakan uang kami sendiri terlebih dahulu untuk membuat visa, untuk nantinya akan di reimburse oleh pihak host university sesampainya kami di Hue.

Kami tiba di Stasiun Pasar Senen pada pagi hari jam 8. Sebelumnya, saya dan Anisah sudah memesan guest house untuk tempat istirahat sejenak di daerah Jakarta Selatan. Kami juga janjian dengan Maulida untuk membuat visa bersama. Kedutaan Besar Vietnam ada di komplek kedutaan besar di Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan Teuku Umar No.25, RT.1/RW.1, Gondangdia, Menteng, Kota Jakarta Pusat. Setelah berisitirahat barang 5 menit, kami bertiga pergi ke Kedubes Vietnam. Untuk membuat visa, dokumen yang kami perlukan yaitu surat referensi dari pihak host university, paspor, scholarship offer letter, dan LoA. Saat membuat visa inilah letak kesalahan yang kami sesali sampai hari ini. Kami memilih visa single entry, bukan multiple entry. Seandainya kami memilih visa multiple entry, kami bisa main ke negara tetangga Vietnam. Namun karena kekurang pengalamannya kami, selama 5 bulan kami hanya jalan-jalan di Vietnam. Ohya, untuk membuat visa untuk 5 bulan dikenai biaya 600ribu rupiah. Kami bertiga apply untuk visa pada pagi hari jadi langsung bisa diambil pada sore harinya.

Esok harinya, kami awardees di Hue University mendapatkan email e-tiket pesawat pp Jakarta-Hue. Tanggal berangkat kami sama, 3 Februari 2017 namun tanggal kepulangan kami berbeda karena kami berada di 3 fakultas yang berbeda. Saya dan Anisah di Faculty of Science, Yanti dan Maulida di Faculty of Economic, dan Lisa ada di Faculty of Foreign Language. Yanti dan Maulida akan pulang terlebih dahulu, disusul Lisa lalu saya dan Anisah pulang paling akhir pada 21 Juni 2017. Saya tidak bisa menggambarkan dengan kata-kata perasaan saya waktu itu, namun mungkin gif ini dapat mewakili perasaan saya.


???
Deg-degan atau bahagia? DUA DUANYA!!! Eh maaf, kekencengan ya? haha. Ini adalah kali pertama saya akan tinggal di luar negeri selama 5 bulan. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan saya pada saat itu. Apakah saya akan diterima dengan baik disana? Bagaimana orang Vietnam akan memandang saya yang berjilbab ini? Bagaimana rasa makanan disana? Dimana saya akan tinggal? Dimana letak kampus saya? Bagaimana kehidupan mahasiswa disana? Kemana saya harus jalan-jalan di Vietnam? Apa ada banyak cogan disana? (tetep yaa hehe😁) dan sederet pertanyaan-pertanyaan lain dari yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal.


Kami mempersiapkan diri masing-masing menjelang keberangkatan kami ke Vietnam. Kalau saya, saya sibuk mengepak barang bawaan dan belajar sedikit bahasa Vietnam seperti bagaimana mengucapkan "hai" dan "terima kasih". Time flies, tibalah kami pada hari keberangkatan. Pesawat kami berangkat pada pukul 6.25am dari Bandara Internasional Soekarno Hatta dan kami dijadwalkan tiba di Bandara Phú Bài Hue pada pukul 5.00pm. Lama? Iya. Kan deket? Iya, namun kami harus transit di Kuala Lumpur dan Ho Chi Minh City terlebih dahulu. Saya dan Anisah berangkat dari Bandara Ahmad Yani Semarang pada malam hari 2 Februari 2017 untuk selanjutnya menginap satu malam di hotel bandara. Mau kasih rekomendasi buat para pembaca yang barangkali suatu saat butuh hotel bandara, saya rekomendasikan POP! Hotel Airport Jakarta, yang terletak di Jl. Raya Bandara No. 106, Rawa Bokor, Benda, Kota Tangerang, Banten. Hotel ini berada di pemukiman warga sehingga suasananya tenang dan tidak bising. Harganya murah dan sudah include breakfast. Saat itu saya dan Anisah hanya membayar 337.215 rupiah untuk semalam. Hotel juga menyediakan layanan jemput antar dari bandara ke hotel dan hotel ke bandara secara gratis. Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi website hotel tersebut disini. 

Double Room

Barang bawaan yang segambreng

Dan lagi lagi karena kurangnya pengalaman, saya dan teman-teman berbuat kesalahan (lagi) yang menyebabkan kami harus repot dan (hampir) berlari-lari agar tidak tertinggal pesawat.

4 komentar:

  1. emang pasukan huru hara lau dan kawan kawanlau yang metal metal itu hahaha :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasukan huru hara jere hahaha koe termasuk ya mel

      Hapus
  2. enak aja aku mah pasukan cinta damai keleus

    BalasHapus