Rabu, 05 September 2012

Kokoro No Tomo Part 1

Dear diary…………

Ini  adalah malam terahirku di Tokyo. Berat sekali rasanya meninggalkan kota ini.

Mulai besok aku akan memulai malam tanpa Tamada san, Yumi san, dan si usil Genji.

Siapa lagi yang akan mengusiliku di Indonesia nanti? Siapa yang akan menemaniku begadang menonton Barcelona, dan siapa yang dengan setia menemaniku karaoke-an di akhir pekan? Tentunya aku sangat merindukan mereka, terutama Tamao Genji, penghuni apartemen 23 yang hobi menakut-nakutiku dengan cerita-cerita seramnya.

Tiba-tiba terdengar lagu Sayonara ga hajimaru milik No Regret Life.  Hana menutup diary nya dan buru-buru mengambil ponsel di meja samping ranjang.  “ Moshi-moshi….”

“ kau akan berangkat jam berapa?” suara genji dari seberang.

“ memangnya kau ada dimana? Kenapa telephone? Bukannya apartemenmu tepat disebelahku?”

“ aku ada di depan pintu apartemenmu!” Mendengar itu, Hana langsung menutup ponselnya dan  segera berlari kepintu. “ kenapa lama sekali?” Begitu pintu terbuka, Genji masuk sambil mengomel tidak jelas. Sorot matanya tajam dan ekspresi wajahnya tak pernah berubah. Sorot mata yang selalu menjadi ciri khas Tamao Genji.

“ Dasar keong racun, kenapa si selalu mengomel begitu? Dasar!”

“ apa itu keong racun? Jangan bicara dengan bahasa Indonesia! Aku hanya tau sedikit bahasa Indonesia, itu juga dari si bawel penghuni apartemen 22!”

“ siapa yang kau sebut si bawel itu?” wajah Hana berubah kesal.

“ maafkan aku, haha..okay si cantik Hana! Cepat beritahu aku apa itu keong racun!”

“ keong racun, imiwa….em…hmm…”

“cepat!”                                  

“ Hansamuna desu!”

“ wah, benarkah? Hahhaa….akhirnya kau mengakui kalau aku ini memang tampan ya? Hahah”

“ hahahha…..ngomong-ngomong ada apa  mencariku ?”

“ aku ingin mengantarmu ke bandara. Tadinya aku ingin mengantarmu sendiri saja, tapi tamada san dan yume san memaksa ikut.”

“  Tiga jam lagi aku berangkat. Baguslah kau tidak sendirian mengantarku!”

“ kenapa begitu?”

“ agar tamada san dan yume san bisa mencegahmu menggoda pramugari di bandara!”

“ jadi kau cemburu?”

“ untuk apa cemburu padamu? Aku kan sudah punya  Adhi chan di Jakarta. Kami akan segera bertunangan setelah aku sampai di Jakarta.”

“ Jadi dia akan menjemputmu di bandara?”

“ Aku tidak memberitahu kepulanganku pada siapapun di Jakarta. Aku ingin ini jadi kejutan.”

Wajah Genji berubah murung. “ baguslah kalau begitu.”

“ ada apa dengan wajahmu? Jangan bilang kau mencintaiku seperti apa yang kau katakan pada gadis lain. Hahahahah…….”

“ Apa kau tidak mempercayainya?”

“ Mungkin aku akan percaya ketika sikapmu berubah. Hahah…”

“ Maksudmu?”

“ Hana san…. Hana san…. !!” terdengar suara Yume san dari balik pintu. Sebelum Hana beranjak, pintu apartemen terlebih dahulu terbuka. Yume san dan Tamada san masuk dan langsung bergabung.

“ Kalian ini selalu masuk tanpa permisi. Membuat malu orang Japan saja!” Genji kembali mengomel.

“ Dari pada kau, laki-laki tapi hobi mengomel.” Tamada san membalas.

“  Tamada san…!” Hana langsung memegang tangan Genji. Hana tau betul sikap tempramen dari laki-laki itu, maka itu dia langsung mencegah tinjuan dari tangan Tamao Genji. Genji menghembuskan nafasnya dengan sengit. Kemudian dia kembali duduk di sofa.

“ ngomong-ngomong kau bawa oleh-oleh apa untuk Adhi san dan ibumu?”

“ Aku tidak sempat membeli oleh-oleh Yume san.” Wajah Hana murung.

“ Dia selalu menghabiskan waktu denganku, makannya tidak sempat cari oleh-oleh.”

“ Sepertinya kau terlalu berharap Genji san!” sahut Yume san. Kemudian disusul tawa Hana san dan Tamada san.

                                                                                                                                                                                                    *Kokoro no tomo*

***Maria Marisca Sutikno***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar