Horee !!! akhirnyaa review terakhir !! Hello my freedom !! :D Long time no see, I miss you so much :D *abaikan hahaha
Dari judulnya aja mungkin pada ngira ini tentang masalah go green, nature bla bla blaa tapi pas aku baca ternyata nggak terlalu ngebahas itu. Karena aku kurang paham (lagi) maka dari itu aku nyari bahan bacaan (lagi) :D
HI 2012
REVIEW 6
GREEN POLITICS
Asal-usul tentang green politics mulai muncul sejak novel Silent Spring yang ditulis oleh Rachel Carson dipublikasikan pada tahun 1962 yang menyoroti bahaya dari penggunaan pestisida. Mulai sejak saat itulah masalah lingkungan hidup dianggap sebagai masalah yang penting demi keberlangsungan manusia. Novel ini ditulis setelah terjadinya revolusi industri yang menyebabkan eksploitasi alam untuk memenuhi kebutuhan manusia yang jika dibiarkan akan merusak alam dan menyebabkan bahaya bagi manusia itu sendiri. Kekhawatiran tentang lingkungan bukanlah merupakan hal baru. Plato, menyebutkan bahwa tanah-tanah mengering akibat pertanian membuktikan bahwa lingkungan mulai diperhatikan sejak berabad-abad lalu. Berbagai bencana dan isu-isu lingkungan hiduppun banyak menyumbang kesadaran manusia dalam masalah lingkungan hidup. Seperti mencairnya reaktor-reaktor nuklir di Three Mile Island, Amerika Serikat pada tahun 1979, Chernobyl, Ukraina pada tahun 1986 juga tragedi kemanusiaan yang disebabkan oleh kebocoran gas dipabrik Union Carbide di India pada tahun 1984.
Selain novel Silent Spring, laporan dari Roma Klub yang diterbitkan tahun 1972 yang berjudul Limits To Growth. Laporan ini membahas tentang faktor-faktor lingkungan yang dipaksa akan menyebabkan bencana. Bertambahnya populasi manusia dan perkembangan industri yang pesat menyebabkan sumber daya yang ada di alam akan habis dan kemampuan alam untuk menyerap buangan konsumsi manusia dan limbah manusia akan berkurang. Dalam laporan ini dikatakan bahwa manusia akan hancur sebelum tahun 2100.
Isu-isu global seperti mencairnya es di kutub, penipisan ozon, maupun pemanasan global membuat negara-negara di dunia untuk bekerja sama guna membuat strategi bersama untuk mengatasi masalah tersebut. Hal ini menyebabkan melemahnya kedaulatan negara itu sendiri sehingga muncul standar kedaulatan baru seperti yang dikatakan para pemikir liberalis pada tahun 1970an. Sedangkan para pemikir realis berpendapat bahwa negara merupakan elemen penting dalam masalah ini. Negara mempunyai hak untuk membuat kebijakan luar negerinya terkait dengan masalah ini, sehingga berbagai kesepakatan tentang lingkungan akan memperkuat kedaulatan negara. Selain itu, negara juga mempunyai kekuatan untuk menahan eksploitasi alam yang berlebihan di negaranya.
Eckersley berpendapat bahwa dasar dari green ideas dalam studi hubungan internasional adalah ekosentrisme yang menentang antroposentrik (sebuah pandangan yang menyatakan bahwa manusia adalah ‘pusat’ dari alam semesta). Dobson menambahkan kunci kedua dari penentangan ini adalah Limits To Growth yang sudah dibahas sebelumnya yang membahas tentang krisis lingkungan. Perkembangan ekonomi yang sangat pesat dalam dua abad terakhir ini adalah akar dari krisis lingkungan ini. Ekspoitasi alam yang terjadi untuk memenuhi bahan baku industri dan limbah yang dihasilkan industri termasuk di dalamnya. Ekosentrisme berpendapat bahwa manusia tidak bebas untuk mendominasi alam. Ekosentrisme mempunyai empat keutamaan tentang lingkungan, yaitu pertama mengenai kepentingan-kepentingan manusia dalam dunia non manusia, kedua mengenai kepentingan-kepentingan dari komunitas non manusia, ketiga mengenai kepentingan-kepentingan dari generasi masa depan manusia dan non manusia, dan keempat menyetujui pandangan holistik daripada atomistik.
Ada kunci ketiga dalam green politics yaitu desentralisme. O’Riordan beranggapan bahwa negara terlalu besar dan terlalu kecil untuk mengurusi ketahanan, daerah baru dan struktur global. Interpretasi kedua dari O’Riordan adalah autoritarianisme terpusat yang mengikuti pemikiran dari Garrett Hardin tentang ‘tragedy of the commons’ yang berpendapat bahwa sumber daya-sumber daya dipegang oleh rakyat biasa akan digunakan secara berlebihan. Hal ini mengarah kepada argumen bahwa pemusatan struktur politik dunia harus di ubah untuk mencapai ketahanan. Interpretasi ketiga hampir sama dengan yang kedua bahwa autoritarianisme dibutuhkan tetapi tidak dalam skala global. Yang terakhir adalah anarchist solution yang berarti bahwa greens mempertimbangkan jaringan global dari komunitas percaya diri skala kecil.
Kaum realis yang mempunyai pandangan state-based beranggapan bahwa sumber daya bisa digunakan sebagai senjata jika ia berguna untuk negara atau sebuah kekurangan yang bisa melemahkan potensi negara. Pemanasan global yang sedang terjadi tidak secara langsung menyebabkan kekerasan tetapi melalui proses yang panjang dan berhubungan dengan berbagai faktor seperti demografis. Contohnya kelangkaan air diberbagai wilayah dunia beresiko menyebabkan penyakit yang berasal dari air meskipun secara global cukup tersedia air bersih. Di negara-negara Asia Afrika, lahan pertanian berkualitas yang menurun jumlahnya dan ekspoitasi berlebihan dalam penangkapan ikan di laut yang tidak hanya mengancam rusaknya ekosistem, juga berpengaruh dalam bidang ekonomi. Laporan dari Project On Environment, Population, and Security (EPS) yang menyebutkan bahwa kelangkaan sumber daya alam dapat berpengaruh pada kehidupan sosial manusia. Kelangkaan sumber daya di suatu daerah dapat membuat masyarakatnya bermigrasi ke tempat yang masih mempunyai banyak sumber daya. Migrasi ini dapat menyebabkan konflik antar etnis yang dapat merusak stabilitas negara.
Dapat disimpulkan bahwa green politics mulai berkembang sejak berabad-abad yang lalu dan bertambah pesat perkembangannya seiring perkembangan zaman dan industri yang juga berkembang dengan sangat pesat. Banyak pandangan-pandangan tentang green poltics yang masuk dalam studi hubungan internasional seperti pandangan dari kaum liberalis maupun realis yang menimbulkan perdebatan tentang masalah tertentu yang berhubungan dengan lingkungan hidup.
DAFTAR PUSTAKA
Steans, Jill dan Lloyd Pettiford, 2009, Hubungan Internasional : Perspektif dan Tema, Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar