Senin, 20 Agustus 2012

Love At The First Sight Part 3

Oke buat para pembaca yang budiman yang sudah menunggu part 3, setelah sebelumnya membaca part 1 dan part 2..
Inilah yang kalian tunggu..part 3 :)
Selamat membaca..


Dear diary..
Hari ini aku telah tahu semuanya, kenyataan bila Miko membohongiku.
R.M itu Blue, seperti yang pernah aku duga.
Kenyataan bahwa cintaku kepada Blue tidak bertepuk sebelah tangan.
Namun mengapa dia harus pergi secepat ini?
Kenapa aku belum sempat menyatakan perasaanku padanya?


Kuhapus air mata yang dengan derasnya membasahi pipiku. Aku tidak ingin diganggu oleh siapapun malam ini., termasuk Miko.  Sekilas kulihat Blue tersenyun sejenak di dekat jendela kamarku. Namun aku tidak ingin berharap lebih, karena mengharapkan kedatangan Blue hanya membuatku semakin menyesal.
                             *Love at the first sight*

Hari ini aku tidakbersemangat berangkat ke sekolah. Namun aku paksakan untuk berangkat walau pikiran ini melayang entah kemana. Sesampainya di sekolah, aku langsung dihadang dan ditarik paksa oleh Miko. Entah apa yang sedang difikirkan laki-laki itu, tetapi tersirat kemarahan dari gambaran wajahnya.
“ Ngapain sih kamu nerik-nerik gini??” Aku berusaha melepaskan tanganku dari genggaman Miko. Laki-aki itu pun pada akhirnya melepaskan tanganku.
“ Aku pengen ngomong empat mata sama kamu!”
“ Emangnya kalau mau ngomong harus pake cara kasar kaya gini ya?”  Keadaan menjadi hening sejenak. “ udah deh, to the point aja !” Lanjutku.
“ Kenapa sikap kamu berubah sama aku Lit? Kenapa kamu gak pernah bales sms aku dan gak mau angkat telephone dariku ? Apa salahku? Kenapa kamu perlakukan aku seperti ini ?”
“ Kamu pengen tahu apa salah kamu ?”
“ Iya Lit, katakana apa salahku? Aku gak mau kita kaya gini terus.”
“ Kenapa kamu harus ngaku-ngaku sebagai R..M Mik ?”
“ Maksud kamu? Aku gak bohongin kamu kok. Aku emang R.M sayang.”
“ Kamu gak usah ngaku-ngaku lagi deh, aku udah tahu semuanya! R.M yang sebenarnya itu adalah Rizqi Maulana, bukan kamu! Dan sekarang Rizqi udah meninggal dunia. Puas kamu memanfaatkan usaha orang lain demi kepentinganmu?”
“ Tapi Lit?”
“ Tapi apa? Pokoknya mulai sekarang aku gak mau lihat kamu lagi!”
                                     *Love at the first sight*

“ Lit, denger-denger kamu ribut sama Miko ?”
“ Kamu tahu dari siapa Ren? Oh iya, pasti Miko yang ember sama kamu kan ?”
“ Kalian ada masalah apa sih sebenarnya? Apa kamu udah gak suka ke Miko? Atau kamu udah ketemu sama Blue?”
“ Tau gak sih Ren, ternyata selama ini Miko udah bohongin aku.”
“ Bohongin kamu gimana?”
“ Ternyata R.M itu bukan Miko, tapi Blue!”
“ Apa?? Jangan bercanda deh Lit.”
“ Aku gak bohong Ren, R.M itu singkatan Rizqi Maulana, nama asli Blue!”
“ Ya ampun, kok bisa rumit gini sih, terus hubunganmu dengan Miko mau gimana?”
“ Entahlah Ren, aku bingung. Kamu tahu sendiri aku terima Miko jadi pacarku karena aku gak enak sama dian. Karena aku mengira R.M itu emang Miko. Tapi kenyataannya?”
“ Apa kamu gak bisa maafin Miko Lit? Dia pasti punya alasan kenapa dia tega bohongin kamu. Aku tahu kamu Cuma cinta sama Blue, tapi apa kamu gak bisa kasih kesempatan kedua buat Miko? Atau, kamu berniat jadian sama Blue?”
“ Jadian bagaimana Ren? Blue itu sekarang udah meninggal!”
“ Apa? Blue udah meninggal?”
“ Iya Ren. Blue meninggal ketika aku dan dia berjanjian bertemu. Aku menunggunya cukup lama, tapi dia tak kunjung datang.  Lalu Miko datang dan mengaku bahwa dia adalah R.M. Aku sangat menyesal karena tidak mengikuti kata hatiku yang sesungguhnya menyakini bahwa R.M itu adalah Blue.”
“ Ya ampun, kenapa ini semua bisa terjadi padamu Lit?”
“ Aku juga gak tahu kenapa takdirku seperti ini?”
“ Kamu yang sabar ya Lit! setiap cobaan pasti ada hikmahnya.”
“ Iya Ren. Makasih ya, kamu udah mau dengerin keluh kesahku.”
“ Iya Lit. pokoknya kalau kamu punya masalah, kamu harus cerita ke aku ya? Apa gunanya sahabat coba?”
“  Iya Ren. Anyway, besok kamu punya acara gak? Apa kamu mau nemenin aku kepantai? Aku pengen jalan-jalan sambil rerfresing Ren.”
“ Tentu, pasti kutemenin kok. Udah ya, mulai sekarang kamu harus senyum dan hilangkan semua kesedihanmu secara perlahan.”  Reni mengusap rambutku, lalu memelukku.
                                     *Love at the first sight*

Lagi-lagi aku merasa ada seseorang yang mencium keningku. Ketika aku membuka kedua mataku, aku melihat Rizqi ada di sampingku. Dia tersenyum dan langsung memelukku. Tak ada sepatah katapun yang mampu kuucapkan padanya. Bahkan tak ada ekspresi wajah yang bisa kuperlihatkan padanya. Laki-laki ini memelukku begitu erat, dan rasanya aku tidak ingin melepaskan pelukan ini. Aku begitu merindukan sosoknya untuk hadir disampingku. Aku tidak mampu mangutarakan rasa gembiraku karena aku punya kesempatan bertemu dengannya lagi. Raga ini seolah terhipnotis oleh hangatnya senyum dan pelukan lelaki ini. Rizqi melepaskan pelukannya dan langsung meraih tanganku. Digenggamnya kedua tangan ini, dan diciumlah dengan penuh perasaan.
“ Kamu tahu Ta, aku begitu merindukan saat-saat seperti ini. Saat-saat ketika tuhan mengizinkanku untuk menemuimu. Ketika tuhan mengizikannku untuk memeluk dan menggenggam kedua tanganmu. Kau tentu tahu bagaimana aku berusaha untuk meraih hatimu? Kau tahu bagaimana cintaku yang besar selalu berusaha hadir mengiringi langkahmu. Meskipun takdir  tidak mengizinkanku untuk dapat memilikimu, tapi setidaknya aku masih bisa untuk mengutarakan segenap perasaan yang terpendam dan tertunda untuk ku sampaikan padamu. Aku mencintaimu Ta!”
“ Rizqi, Lita…” Secepat kilat air mata mengalir membasahi pipiku,
“ Hapus air matamu Ta! Rizqi gak mau lihat Lita sedih. Rizqi emang udah gak ada didunia ini, tapi Rizqi janji Rizqi akan selalu ada buat Lita. Rizqi akan selalu jagain Lita.”
“ Lita juga cinta sama Rizqi. Tapi kenapa Rizqi tinggalin Lita secepat ini? lita mau, kita sama-sama terus. Rizqi harus ada buat Lita, Lita kesepian!”
“ Tapi ada Miko yang juga sayang sama Lita. Ada  Miko yang bakalin temenin hari-hari Lita.”
“ Tapi Miko itu jahat! Miko ngaku-ngaku sebagai R.M! Miko memanfaatkan usaha Rizqi buat dapetin Lita! Miko udah tega bohongin Lita.”
“ Tapi Miko gak mungkin berbohong tanpa alasan. Rizqi yakin, Miko punya sisi baik. Miko pasti beneran sayang sama Lita.”
“ Tapi Lita gak cinta sama Miko. Berat buat Lita maafin Miko.”
“ Kasih kesempatan kedua buat Miko, dan belajarlah untuk mencintainya.”
“ Tapi?”
“ Lita gak perlu khawatir. Semuanya akan mengalir seperti air. Kalo Lita kangen sama Rizqi, Lita pejamkan kedua mata Lita, dan rasakan Rizqi bersama Lita.”  Risqi mencium keningku dan memelukku lagi.
Saat itu juga aku terjaga dan menyadari bahwa pertemuanku dengan Rizqi hanyalah mimpi.

                                     *Love at the first sight*


Kurebahkan tubuhku di pasir putih sore ini. Aku merasakan penat bagai menempel dipundakku. Perasaan kehilangan dan kecewa bercampur di kalbu ini. aku tidak pernah menduga akan semua kenyataan pahit ini. seseorang yang selama ini kudamba, telah tiada dan meninggalkanku sendiri dengan penyesalan dibatin. Penyesalan karena aku belum mampu mengutarakan perasaan cintaku yang besar terhadapnya.  Sampai saat ini aku masih memikirkan mimpi semalam. Apakah Rizqi benar-benar menginginkan aku besama Miko? Apa Rizqi fikir Miko yang terbaik untukku? Tetapi Miko telah tega membohongiku, apa dia masih pantas disebut sebagai yang terbaik?
“ Kita mau disini sampai kapan?” Suara Reni membuyarkan lamunanku.
“ Sampai hati aku baikan ya? Aku ingin melihat menunggu petang datang, aku ingin melihat sunset.” Kuambil bat kecil berwarna coklat yang ada disebelahku, kemudian aku berdiri dan melemparkannya ke laut.
“ Miko, kamu emang brengsek! Tega-teganya kamu bohongin sahabatku!” Teriakan Reni mengagetkanku  dan  membuat beberapa orang di pantai menengok ke arah kami.
“ Napain teriak-teriak gitu Ren? Gak malu apa dilihatin orang-orang?”
“ Ngapain malu? Kata orang, teriak itu bisa meringankan beban yang ada dihati kita.”
“ Masa sih Ren?”
“ Coba aja deh! Siapa tahu beban dihatimu bisa berkurang!”  Sejenak  kupikirkan kata-kata Reni. Dan akhirnya aku memutuskan untuk berteriak sekuatku, semoga saja itu bisa mengurangi bebanku.
“ Miko !!! Sesungguhnya aku gak pernah sayang ke kamu! Aku menerimamu karena aku mengira kamu adalah R.M! tapi kenapa kamu tega bohongin aku? Kenapa kamu memanfaatkan usaha orang lain untuk mendapatkannu?”
“ Karena aku terlalu cinta kamu Lit! Aku cuma pengin bisa memilikimu!” Tiba-tiba Miko datang dari arah belakangku. Aku sedikit salah tingkah mengetahui kedatangan Miko yang tiba-tiba. “ Dari mana Miko tahu aku ada disini? Apa kami kebetulan bertemu disini?” Ucapku dalam hati.  Sementara Reni hanya diam dan tak bicara sepatah katapun. Kemudian Reni beranjak, berjalan-jalan sendiri sambil bermain ombak dan membiarkan Miko untuk bicara empat mata denganku.”
“ Ngapain kamu ada disini? Dan dari mana kamu tahu kalau aku ada disini?”
“ Semalam Reni memberitahuku kalau dia akan menemanimu kesini. Aku pengin minta maaf ke kamu Lit. Aku tahu aku salah banget karena aku udah bohongin kamu. Tapi aku mohon maafin aku Lit, dan kasih aku kesempatan kedua!”
“ Jujur, aku gak pernah sayang sama kamu Mik, aku Cuma gak enak buat nolak kamu karena aku mengira kamu benar-benar R.M. tapi sekarang aku udah tahu semuanya, dan orang yang aku cintai sekarang udah gak ada didunia ini. Aku gak tahu harus memaafkan kamu tau enggak.”
“ Please Lit, maafin aku dan kasih aku kesempatan kedua!” Miko menggenggam tanganku dan menatapku tajam. “ Aku janji aku akan berubah jadi Miko yang lebih baik, dan aku akan membiarkanmu tetap mencintai Rizqi. Aku akan nunggu dengan sabar agar kamu mau membuka hati kamu buat aku.”
“ Ummmbbb….”
“ Ayolah Lit, kasih aku kesempatan kedua, maafin aku Lita!”
Kupejamkan mataku sejenak dan kurasaan keberadaan Rizqi seperti apa yang Rizqi katakana di mimpiku. Dan ketika aku membuka kedua mataku, aku melihat Rizqi berdiri dikejauhan. Dia nampak bahagia dan tersenyum melihatku bersama Miko. “ Apa kamu mengizinkan aku kembali dengan Miko?” Ucapku dalam hati. Dan saat itu juga Rizqi menganggukan kepalanya seolah dia bisa membaca isi hatiku.
“ Jujur aku kecewa banget karena amu udah bohongin aku. Karena kamu udah manfaatkan usaha Rizqi buat dapetin aku. Kamu bukan hanya menyakiti perasaanku, tapi kamu juga menyakiti perasaan Rizqi.” Aku melirik Rizqi sejenak dan kembali melanjutkan pembicaraanku. “ Tapi aku akan berusaha lupain kesalahanmu, aku akan berusahamembuka hatiku mulai sekarang.”
“ Jadi? Kamu kasih aku kesempatan kedua Lit?”
“ Iya, tapi jangan pernah kamu sakitin aku lagi ya!”
“ Aku janji aku akan menebus kesalahanku ke kamu dan ke Rizqi. Aku akan berusaha semampuku untuk membahagiakanmu. Dan aku berjanji untuk Rizqi, aku akan selalu jagain kamu.”
“ Janji ya?”
“ Ehem..ehem…” Reni tiba-tiba datang dan sedikit mengagetkanku. “ Gitu dong baikan!”
“ Iya nih Ren, ini semua juga berkat bantuanmu, makasih ya!” sahut Miko.
“ Santai aja kali! Liat kalian bareng-bareng lagi udah bikin aku seneng kok.”
Aku hanya tersenyum tanpa mengutarakan sepatah katapun pada mereka. Petang mulai datang dan sang mega mulai memperlihatkan keelokannya. Kami bertiga menikmati sunset itu bersama, dan sesekali aku menoleh kea rah Rizqi yang terus tersenyum melihatku disini. Sekarang aku sadar, cinta bukanlah keharusan untuk memiliki, namun cinta adalah ketulusan, yang member kasih tiada batas. Aku endapat pelajaran penting dari semua ini, yaitu keikhlasan. Dari kesediaan Rizqi melihatku bersama Miko, tentunya aku tahu cintanya mampu membuatku bahagia walau tidak disisinya. Dia membiarkanku bahagia bersama orang lain, dan menyuruhku untuk memafkan kesalahan Miko yang jiga telah menyakiti hatinya. Dia punya cara sendiri untuk memahami dan mencintaiku. Walaupun aku belum sempat memilikinya, yang terpenting adalah aku telah memiliki hatinya. Dan perasaan cintaku ini akan terus kusimpan, untuk mengenangnya sebagai seseorang yang berharga di hidupku, Rizqi Maulana!
                                     *Love at the first sight*

“Cinta bukan bagaimana aku dapat berkata, tapi bagaimana aku bisa merasakannya. Cinta bukanlah sesuatu yang harus dimiliki tapi cinta adalah kasih yang tiada batas. Dari cinta kita bisa mengerti betapa tuhan dapat menciptakan sesuatu yang luar biasa, yang tidak pernah kita duga kapan dan dengan siapa rasa itu timbul. Dan sejatinya cinta kita yang utuh berasal dari-NYA, sang penguasa alam semesta.”

thanks to http://www.facebook.com/marisca22 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar