Inilah yang kalian tunggu..part 3 :)
Selamat membaca..
Dear
diary..
Hari
ini aku telah tahu semuanya, kenyataan bila Miko membohongiku.
R.M itu
Blue, seperti yang pernah aku duga.
Kenyataan
bahwa cintaku kepada Blue tidak bertepuk sebelah tangan.
Namun
mengapa dia harus pergi secepat ini?
Kenapa
aku belum sempat menyatakan perasaanku padanya?
Kuhapus
air mata yang dengan derasnya membasahi pipiku. Aku tidak ingin diganggu oleh
siapapun malam ini., termasuk Miko. Sekilas kulihat Blue tersenyun
sejenak di dekat jendela kamarku. Namun aku tidak ingin berharap lebih, karena
mengharapkan kedatangan Blue hanya membuatku semakin menyesal.
Hari
ini aku tidakbersemangat berangkat ke sekolah. Namun aku paksakan untuk
berangkat walau pikiran ini melayang entah kemana. Sesampainya di sekolah, aku
langsung dihadang dan ditarik paksa oleh Miko. Entah apa yang sedang difikirkan
laki-laki itu, tetapi tersirat kemarahan dari gambaran wajahnya.
“
Ngapain sih kamu nerik-nerik gini??” Aku berusaha melepaskan tanganku dari
genggaman Miko. Laki-aki itu pun pada akhirnya melepaskan tanganku.
“ Aku
pengen ngomong empat mata sama kamu!”
“
Emangnya kalau mau ngomong harus pake cara kasar kaya gini ya?” Keadaan
menjadi hening sejenak. “ udah deh, to the point aja !” Lanjutku.
“
Kenapa sikap kamu berubah sama aku Lit? Kenapa kamu gak pernah bales sms aku
dan gak mau angkat telephone dariku ? Apa salahku? Kenapa kamu perlakukan aku
seperti ini ?”
“ Kamu
pengen tahu apa salah kamu ?”
“ Iya
Lit, katakana apa salahku? Aku gak mau kita kaya gini terus.”
“
Kenapa kamu harus ngaku-ngaku sebagai R..M Mik ?”
“
Maksud kamu? Aku gak bohongin kamu kok. Aku emang R.M sayang.”
“ Kamu
gak usah ngaku-ngaku lagi deh, aku udah tahu semuanya! R.M yang sebenarnya itu
adalah Rizqi Maulana, bukan kamu! Dan sekarang Rizqi udah meninggal dunia. Puas
kamu memanfaatkan usaha orang lain demi kepentinganmu?”
“ Tapi
Lit?”
“ Tapi
apa? Pokoknya mulai sekarang aku gak mau lihat kamu lagi!”
*Love at the first sight*
“ Lit, denger-denger
kamu ribut sama Miko ?”
“ Kamu
tahu dari siapa Ren? Oh iya, pasti Miko yang ember sama kamu kan ?”
“
Kalian ada masalah apa sih sebenarnya? Apa kamu udah gak suka ke Miko? Atau
kamu udah ketemu sama Blue?”
“ Tau
gak sih Ren, ternyata selama ini Miko udah bohongin aku.”
“
Bohongin kamu gimana?”
“
Ternyata R.M itu bukan Miko, tapi Blue!”
“ Apa??
Jangan bercanda deh Lit.”
“ Aku
gak bohong Ren, R.M itu singkatan Rizqi Maulana, nama asli Blue!”
“ Ya
ampun, kok bisa rumit gini sih, terus hubunganmu dengan Miko mau gimana?”
“
Entahlah Ren, aku bingung. Kamu tahu sendiri aku terima Miko jadi pacarku
karena aku gak enak sama dian. Karena aku mengira R.M itu emang Miko. Tapi
kenyataannya?”
“ Apa
kamu gak bisa maafin Miko Lit? Dia pasti punya alasan kenapa dia tega bohongin
kamu. Aku tahu kamu Cuma cinta sama Blue, tapi apa kamu gak bisa kasih
kesempatan kedua buat Miko? Atau, kamu berniat jadian sama Blue?”
“
Jadian bagaimana Ren? Blue itu sekarang udah meninggal!”
“ Apa?
Blue udah meninggal?”
“ Iya
Ren. Blue meninggal ketika aku dan dia berjanjian bertemu. Aku menunggunya
cukup lama, tapi dia tak kunjung datang. Lalu Miko datang dan mengaku
bahwa dia adalah R.M. Aku sangat menyesal karena tidak mengikuti kata hatiku
yang sesungguhnya menyakini bahwa R.M itu adalah Blue.”
“ Ya
ampun, kenapa ini semua bisa terjadi padamu Lit?”
“ Aku
juga gak tahu kenapa takdirku seperti ini?”
“ Kamu
yang sabar ya Lit! setiap cobaan pasti ada hikmahnya.”
“ Iya
Ren. Makasih ya, kamu udah mau dengerin keluh kesahku.”
“ Iya
Lit. pokoknya kalau kamu punya masalah, kamu harus cerita ke aku ya? Apa
gunanya sahabat coba?”
“
Iya Ren. Anyway, besok kamu punya acara gak? Apa kamu mau nemenin aku kepantai?
Aku pengen jalan-jalan sambil rerfresing Ren.”
“
Tentu, pasti kutemenin kok. Udah ya, mulai sekarang kamu harus senyum dan
hilangkan semua kesedihanmu secara perlahan.” Reni mengusap rambutku,
lalu memelukku.
*Love at the first sight*
Lagi-lagi
aku merasa ada seseorang yang mencium keningku. Ketika aku membuka kedua
mataku, aku melihat Rizqi ada di sampingku. Dia tersenyum dan langsung
memelukku. Tak ada sepatah katapun yang mampu kuucapkan padanya. Bahkan tak ada
ekspresi wajah yang bisa kuperlihatkan padanya. Laki-laki ini memelukku begitu
erat, dan rasanya aku tidak ingin melepaskan pelukan ini. Aku begitu merindukan
sosoknya untuk hadir disampingku. Aku tidak mampu mangutarakan rasa gembiraku
karena aku punya kesempatan bertemu dengannya lagi. Raga ini seolah terhipnotis
oleh hangatnya senyum dan pelukan lelaki ini. Rizqi melepaskan pelukannya dan
langsung meraih tanganku. Digenggamnya kedua tangan ini, dan diciumlah dengan
penuh perasaan.
“ Kamu
tahu Ta, aku begitu merindukan saat-saat seperti ini. Saat-saat ketika tuhan
mengizinkanku untuk menemuimu. Ketika tuhan mengizikannku untuk memeluk dan
menggenggam kedua tanganmu. Kau tentu tahu bagaimana aku berusaha untuk meraih
hatimu? Kau tahu bagaimana cintaku yang besar selalu berusaha hadir mengiringi
langkahmu. Meskipun takdir tidak mengizinkanku untuk dapat memilikimu,
tapi setidaknya aku masih bisa untuk mengutarakan segenap perasaan yang
terpendam dan tertunda untuk ku sampaikan padamu. Aku mencintaimu Ta!”
“
Rizqi, Lita…” Secepat kilat air mata mengalir membasahi pipiku,
“ Hapus
air matamu Ta! Rizqi gak mau lihat Lita sedih. Rizqi emang udah gak ada didunia
ini, tapi Rizqi janji Rizqi akan selalu ada buat Lita. Rizqi akan selalu jagain
Lita.”
“ Lita
juga cinta sama Rizqi. Tapi kenapa Rizqi tinggalin Lita secepat ini? lita mau,
kita sama-sama terus. Rizqi harus ada buat Lita, Lita kesepian!”
“ Tapi
ada Miko yang juga sayang sama Lita. Ada Miko yang bakalin temenin
hari-hari Lita.”
“ Tapi
Miko itu jahat! Miko ngaku-ngaku sebagai R.M! Miko memanfaatkan usaha Rizqi
buat dapetin Lita! Miko udah tega bohongin Lita.”
“ Tapi
Miko gak mungkin berbohong tanpa alasan. Rizqi yakin, Miko punya sisi baik.
Miko pasti beneran sayang sama Lita.”
“ Tapi
Lita gak cinta sama Miko. Berat buat Lita maafin Miko.”
“ Kasih
kesempatan kedua buat Miko, dan belajarlah untuk mencintainya.”
“
Tapi?”
“ Lita
gak perlu khawatir. Semuanya akan mengalir seperti air. Kalo Lita kangen sama
Rizqi, Lita pejamkan kedua mata Lita, dan rasakan Rizqi bersama Lita.”
Risqi mencium keningku dan memelukku lagi.
Saat
itu juga aku terjaga dan menyadari bahwa pertemuanku dengan Rizqi hanyalah
mimpi.
*Love at the first sight*
Kurebahkan
tubuhku di pasir putih sore ini. Aku merasakan penat bagai menempel dipundakku.
Perasaan kehilangan dan kecewa bercampur di kalbu ini. aku tidak pernah menduga
akan semua kenyataan pahit ini. seseorang yang selama ini kudamba, telah tiada
dan meninggalkanku sendiri dengan penyesalan dibatin. Penyesalan karena aku
belum mampu mengutarakan perasaan cintaku yang besar terhadapnya. Sampai
saat ini aku masih memikirkan mimpi semalam. Apakah Rizqi benar-benar
menginginkan aku besama Miko? Apa Rizqi fikir Miko yang terbaik untukku? Tetapi
Miko telah tega membohongiku, apa dia masih pantas disebut sebagai yang terbaik?
“ Kita
mau disini sampai kapan?” Suara Reni membuyarkan lamunanku.
“
Sampai hati aku baikan ya? Aku ingin melihat menunggu petang datang, aku ingin
melihat sunset.” Kuambil bat kecil berwarna coklat yang ada disebelahku,
kemudian aku berdiri dan melemparkannya ke laut.
“ Miko,
kamu emang brengsek! Tega-teganya kamu bohongin sahabatku!” Teriakan Reni
mengagetkanku dan membuat beberapa orang di pantai menengok ke arah
kami.
“
Napain teriak-teriak gitu Ren? Gak malu apa dilihatin orang-orang?”
“
Ngapain malu? Kata orang, teriak itu bisa meringankan beban yang ada dihati
kita.”
“ Masa
sih Ren?”
“ Coba
aja deh! Siapa tahu beban dihatimu bisa berkurang!” Sejenak
kupikirkan kata-kata Reni. Dan akhirnya aku memutuskan untuk berteriak
sekuatku, semoga saja itu bisa mengurangi bebanku.
“ Miko
!!! Sesungguhnya aku gak pernah sayang ke kamu! Aku menerimamu karena aku
mengira kamu adalah R.M! tapi kenapa kamu tega bohongin aku? Kenapa kamu
memanfaatkan usaha orang lain untuk mendapatkannu?”
“
Karena aku terlalu cinta kamu Lit! Aku cuma pengin bisa memilikimu!” Tiba-tiba
Miko datang dari arah belakangku. Aku sedikit salah tingkah mengetahui
kedatangan Miko yang tiba-tiba. “ Dari mana Miko tahu aku ada disini? Apa kami
kebetulan bertemu disini?” Ucapku dalam hati. Sementara Reni hanya diam
dan tak bicara sepatah katapun. Kemudian Reni beranjak, berjalan-jalan sendiri
sambil bermain ombak dan membiarkan Miko untuk bicara empat mata denganku.”
“
Ngapain kamu ada disini? Dan dari mana kamu tahu kalau aku ada disini?”
“ Semalam
Reni memberitahuku kalau dia akan menemanimu kesini. Aku pengin minta maaf ke
kamu Lit. Aku tahu aku salah banget karena aku udah bohongin kamu. Tapi aku
mohon maafin aku Lit, dan kasih aku kesempatan kedua!”
“
Jujur, aku gak pernah sayang sama kamu Mik, aku Cuma gak enak buat nolak kamu
karena aku mengira kamu benar-benar R.M. tapi sekarang aku udah tahu semuanya,
dan orang yang aku cintai sekarang udah gak ada didunia ini. Aku gak tahu harus
memaafkan kamu tau enggak.”
“
Please Lit, maafin aku dan kasih aku kesempatan kedua!” Miko menggenggam
tanganku dan menatapku tajam. “ Aku janji aku akan berubah jadi Miko yang lebih
baik, dan aku akan membiarkanmu tetap mencintai Rizqi. Aku akan nunggu dengan
sabar agar kamu mau membuka hati kamu buat aku.”
“ Ummmbbb….”
“
Ayolah Lit, kasih aku kesempatan kedua, maafin aku Lita!”
Kupejamkan
mataku sejenak dan kurasaan keberadaan Rizqi seperti apa yang Rizqi katakana di
mimpiku. Dan ketika aku membuka kedua mataku, aku melihat Rizqi berdiri
dikejauhan. Dia nampak bahagia dan tersenyum melihatku bersama Miko. “ Apa kamu
mengizinkan aku kembali dengan Miko?” Ucapku dalam hati. Dan saat itu juga
Rizqi menganggukan kepalanya seolah dia bisa membaca isi hatiku.
“ Jujur
aku kecewa banget karena amu udah bohongin aku. Karena kamu udah manfaatkan
usaha Rizqi buat dapetin aku. Kamu bukan hanya menyakiti perasaanku, tapi kamu
juga menyakiti perasaan Rizqi.” Aku melirik Rizqi sejenak dan kembali
melanjutkan pembicaraanku. “ Tapi aku akan berusaha lupain kesalahanmu, aku
akan berusahamembuka hatiku mulai sekarang.”
“ Jadi?
Kamu kasih aku kesempatan kedua Lit?”
“ Iya,
tapi jangan pernah kamu sakitin aku lagi ya!”
“ Aku
janji aku akan menebus kesalahanku ke kamu dan ke Rizqi. Aku akan berusaha
semampuku untuk membahagiakanmu. Dan aku berjanji untuk Rizqi, aku akan selalu
jagain kamu.”
“ Janji
ya?”
“
Ehem..ehem…” Reni tiba-tiba datang dan sedikit mengagetkanku. “ Gitu dong
baikan!”
“ Iya
nih Ren, ini semua juga berkat bantuanmu, makasih ya!” sahut Miko.
“
Santai aja kali! Liat kalian bareng-bareng lagi udah bikin aku seneng kok.”
Aku
hanya tersenyum tanpa mengutarakan sepatah katapun pada mereka. Petang mulai
datang dan sang mega mulai memperlihatkan keelokannya. Kami bertiga menikmati
sunset itu bersama, dan sesekali aku menoleh kea rah Rizqi yang terus tersenyum
melihatku disini. Sekarang aku sadar, cinta bukanlah keharusan untuk memiliki,
namun cinta adalah ketulusan, yang member kasih tiada batas. Aku endapat
pelajaran penting dari semua ini, yaitu keikhlasan. Dari kesediaan Rizqi
melihatku bersama Miko, tentunya aku tahu cintanya mampu membuatku bahagia
walau tidak disisinya. Dia membiarkanku bahagia bersama orang lain, dan
menyuruhku untuk memafkan kesalahan Miko yang jiga telah menyakiti hatinya. Dia
punya cara sendiri untuk memahami dan mencintaiku. Walaupun aku belum sempat
memilikinya, yang terpenting adalah aku telah memiliki hatinya. Dan perasaan
cintaku ini akan terus kusimpan, untuk mengenangnya sebagai seseorang yang
berharga di hidupku, Rizqi Maulana!
*Love at the first sight*
“Cinta
bukan bagaimana aku dapat berkata, tapi bagaimana aku bisa merasakannya. Cinta
bukanlah sesuatu yang harus dimiliki tapi cinta adalah kasih yang tiada batas.
Dari cinta kita bisa mengerti betapa tuhan dapat menciptakan sesuatu yang luar
biasa, yang tidak pernah kita duga kapan dan dengan siapa rasa itu timbul. Dan
sejatinya cinta kita yang utuh berasal dari-NYA, sang penguasa alam semesta.”
thanks to http://www.facebook.com/marisca22
Tidak ada komentar:
Posting Komentar