Apa yang terpikir pertama kali saat kalian mendengar negara Vietnam? Orang dengan marga Nguyen? Kopi? Made In Vietnam? atau bahkan komunis? Kalau saya, pertama kali mendengar negara Vietnam yang terpikir adalah Perang Vietnam yang terjadi saat masa perang dingin antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan dengan kemenangan berada di pihak Utara. Negara ini pernah menjadi medan peperangan antara dua kubu paling kuat pada masanya. Tapi bukan ini yang akan saya bahas.
Sore itu di selasar kampus, saya melihat ada pamflet beasiswa "SHARE". Rahmah dan Melani menyarankan dan mengajak saya untuk coba mendaftar beasiswa ini. Biasalah mahasiswa sukanya yang gratisan, yakan? Beasiswa ini berasal dari konsorsium antara Uni Eropa dan ASEAN. Beberapa pihak Uni Eropa yang terlibat adalah DAAD, Nuffic, EUA, British Council, ENQA dan Campus France. Masing-masing dari pihak tersebut mempunyai tugasnya sendiri. Beasiswa ini fully funded yang artinya, semua keperluan awardee dicover oleh beasiswa ini meliputi monthly allowance, round trip ticket, visa, study material, insurance, domestic trip bahkan settling in allowance. Beasiswa ini bertujuan untuk menguatkan kerjasama regional dan meningkatkan kualitas, daya saing regional, dan internasionalisasi institusi pendidikan tinggi di ASEAN dan mahasiswa ASEAN.
Okay short story, saya dan Melani mendaftar beasiswa ini. Tahapannya adalah kami harus mendaftar dulu ke universitas yang kami mau agar mendapat LoA (Letter of Acceptance). Kami bebas memilih universitas mana yang ingin kami tuju sesuai dengan daftar universitas yang bekerja sama dengan SHARE. Setelah kami mendapat LoA di universitas yang kami mau, barulah kami mendaftar beasiswa SHARE ini. Perlu digaris bawahi bahwa setelah mendapat LoA, belum tentu lamaran beasiswa diterima oleh pihak SHARE. Ada seleksi sendiri oleh para scholarship officer dengan mempertimbangkan berbagai hal. Saya ada di SHARE batch 2, yang mana kami hanya bisa memilih universitas di ASEAN (mulai batch 3 pendaftar sudah bisa memilih universitas di EROPA tjoy!). Beberapa universitas tersebut antara lain Chulalongkorn University, Universiti Kebangsaan Malaysia, University of Cambodia, National University of Laos, dan Vietnam National University. Saat itu saya memilih Hue University, Vietnam yang terletak di Vietnam tengah. Dokumen yang diminta oleh Hue University saat itu adalah form aplikasi, surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah, sertifikat TOEFL min 500, pas foto, study plan, transkrip akademik, scan paspor dan surat rekomendasi dari fakultas atau departemen.
Okay short story, saya dan Melani mendaftar beasiswa ini. Tahapannya adalah kami harus mendaftar dulu ke universitas yang kami mau agar mendapat LoA (Letter of Acceptance). Kami bebas memilih universitas mana yang ingin kami tuju sesuai dengan daftar universitas yang bekerja sama dengan SHARE. Setelah kami mendapat LoA di universitas yang kami mau, barulah kami mendaftar beasiswa SHARE ini. Perlu digaris bawahi bahwa setelah mendapat LoA, belum tentu lamaran beasiswa diterima oleh pihak SHARE. Ada seleksi sendiri oleh para scholarship officer dengan mempertimbangkan berbagai hal. Saya ada di SHARE batch 2, yang mana kami hanya bisa memilih universitas di ASEAN (mulai batch 3 pendaftar sudah bisa memilih universitas di EROPA tjoy!). Beberapa universitas tersebut antara lain Chulalongkorn University, Universiti Kebangsaan Malaysia, University of Cambodia, National University of Laos, dan Vietnam National University. Saat itu saya memilih Hue University, Vietnam yang terletak di Vietnam tengah. Dokumen yang diminta oleh Hue University saat itu adalah form aplikasi, surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah, sertifikat TOEFL min 500, pas foto, study plan, transkrip akademik, scan paspor dan surat rekomendasi dari fakultas atau departemen.
![]() |
| Bangunan Utama Hue University |
Rejeki memang ga kemana, begitu kata orang. Saya mendapat LoA dari Hue University! Segera saya gunakan itu untuk mendaftar beasiswa ini. Beberapa minggu setelah mendaftar, saya mendapat email dari pihak SHARE yang menyatakan bahwa saya DITERIMA SEBAGAI SALAH SATU PENERIMA BEASISWA SHARE BATCH 2. Ya Allah Tuhan semesta alam, saya mrembes mili pada saat itu. Betapa saya harus menunggu sampai semester akhir untuk mendapatkan kesempatan mengikuti student exchange keluar negeri GRATIS! Buah kesabaran saya manis sekali rasanya. Perjuangan saya bolak-balik kampus, International Office, minta tanda tangan kepala departemen dan dekan (and a lot of pray of course) rasanya terbayar lunas dengan kata-kata DITERIMA. Adik angkatan saya juga mendapatkan beasiswa di universitas yang sama dengan saya, Anisah namanya. Selain itu, ada 3 awardees lain yaitu Lisa dari UI, Yanti dan Maulida dari IPB. Kami dijadwalkan terbang ke Hue, Vietnam pada 3 Februari 2017.
Tahapan selanjutnya yang harus saya dan awardees lain lakukan adalah mengajukan pembuatan visa. Walaupun kawasan ASEAN merupakan kawasan bebas visa, namun saya harus tetap membuat visa karena durasi tinggal saya 5 bulan. Pembuatan visa juga dibayari oleh beasiswa ini. Kurang enak apa coba? Kami tidak perlu memesan tiket pesawat kami sendiri karena pihak host university sudah memesankan tiket pesawat pp Jakarta - Hue untuk kami. Enak kuadrat! Dan khusus untuk saya dan Anisah karena UNDIP ada di Semarang, kami mendapatkan jatah tiket pesawat pp dari Semarang - Jakarta. Ultra enak!
Namun, saya melakukan kesalahan saat membuat visa dan kesalahan itu membuat saya (dan awardees lain di Hue University) menyesal sampai hari ini.
to be continued...


weehhh, akhirnya rilis juga jeung, Alhamdulillahhhh :))
BalasHapusAlhamdulillah jengggg mel, dibagian namamu udah aku link ke blogmu btw, is it okei?
HapusMohon saran dan masukannya masta :D
oke oke, hahaha, mantapp djiwoo :))
BalasHapus