Sabtu, 14 September 2013

Tugas Mata Kuliah Politik Luar Negeri China

Semester 3 ini aku ngambil mata kuliah pilihan Politik Luar negeri China. Minggu kedua kuliah, dosen ngasih tugas buat nyari apa itu perang candu, revolusi kebudayaan dan lompatan jauh ke depan China. Ini lah hasil tulisanku :)
semoga bermanfaat.

Tugas Mata Kuliah Politik Luar Negeri China

1. Apa yang dimaksud dengan Perang Candu?
Pada awal tahun 1800-an, kapal dagang Inggris hanya boleh masuk melalui pelabuhan Guangzhou dan hanya boleh menjual perak. Hal ini membuat bingung para pedagang Inggris karena mereka tidak mempunyai perak, sedangkan mereka ingin membeli komiditi dari China seperti porselen. Pedagang Inggris memutuskan untuk membeli opium,  yaitu getah bahan baku narkotika yang diperoleh dari buah candu (Papaver somniferum L. atau P. paeoniflorum) yang belum matang (http://id.wikipedia.org/wiki/Opium) dari daerah Bengal, India yang saat itu dikuasai Inggris. Pedagang Inggris menyelundupkan opium melalui pelabuhan Guangzhou dan sebagai timbal baliknya, Inggris mendapat barang-barang yang diinginkannya.
Tahun 1840, pecandu opium mencapai puluhan juta orang. Hal ini membuat kaisar resah dan memerintahkan untuk merampas opium dari pedagang Inggris. Pelabuhan Guangzhou menjadi terlarang untuk kapal dagang Inggris. Karena marah, Inggris mengirimkan kapal perangnya ke China. Pada tahun 1842, warga pesisir China banyak yang mabuk karena candu sehingga memudahkan Inggris untuk menguasainya. Inggrispun mampu menguasai Shanghai dan Yangtze. Inggris ingin membuat kesepakatan dengan kaisar China, dimana kaisar dipaksa untuk menandatangani perjanjian. Kaisar setuju tetapi dengan syarat yaitu Inggris harus menghentikan suplai opium ke China. Inggris menolak karena pangsa pasar yang begitu besar ada di China karena banyaknya jumlah pecandu opium. Begitu besarnya pengaruh Inggris sehingga Dinasti Qing runtuh tahun 1990an.
Ada sebuah pulau bernama Shamian Island, tadinya bernama Shameen yang diganti menjadi Shamian pada tahun 1961 sebagai hadiah dari China kepada Inggris setelah China kalah dalam Perang Candu. Inggris mendesain pulau ini bergaya Eropa. Sampai sekarang, pulau itu masih terawat dengan baik.
Menurut saya, China yang merupakan salah satu peradaban tertua di dunia yang mempunyai penduduk milyaran saja bisa hancur oleh narkotika. Bagaimana dengan Indonesia?
Dari artikel diatas, kita juga bisa melihat bahwa bahkan perdagangan narkotika Inggris ke China pun di “dukung” oleh angkatan laut Inggris. Hal ini membuat saya bertanya, apakah di Indonesia sekarang ini perdagangan narkotikanya juga di dukung oleh mafia-mafia kelas internasional yang sangat kuat?

Sumber bacaan:
Grasi narkoba dan Sejarah Perang Candu oleh Ay_Satriya Tinarbuka dalam www.kompasiana.com
Shamian Island : Saksi Sejarah Perang Candu Inggris vs China dalam www.pikiran-rakyat.com

2. Apa yang dimaksud revolusi kebudayaan China?
Revolusi kebudayaan China adalah revolusi besar yang terjadi di China antara tahun 1966-1976 yang digerakkan oleh Mao Tse Tung (Apa yang dimaksud revolusi kebudayaan China? dalam www.belajar-sampai-mati.blogspot.com). Awal revolusi kebudayaan ini adalah dibentuknya pengawal merah yang mayoritas anggotanya adalah mahasiswa-mahasiswa pendukung Mao dan ajarannya. Pada tanggal 16 Mei 1966, Mao Tse Tung mengemukakan sebuah gerakan revolusi yang dikenal dengan “The Great Proletarian Cultural Revolution” yang mencapai puncaknya pada 13 Agustus 1966. Revolusi ini menghapus batasan kelas masyarakat yang ada di China. Tidak hanya itu, revolusi ini juga merombak sistem sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, bahkan pemerintahan. Revolusi kebudayaan China merupakan jawaban dari restorasi kapitalis Uni Soviet tahun 1956.
Pada awal terjadinya revolusi, banyak sektor ekonomi yang terhenti. Pada saat itu juga, pengawal merah sampai di Beijing dan mengacaukan jadwal kereta api. Mao Tse Tung menggerakkan revolusi ini bukan melalui pidatonya tetapi melalui tulisannya. Pada bulan Desember 1967 sebanyak lebih dari 350 juta tulisannya dicetak dan disebarluaskan. Pada 10 tahun pertama revolusi terjadi, sistem pendidikan China hancur. Bahkan ujian masuk perguruan tinggi dibatalkan. Ribuan kaum intelektual dikirim ke kamp buruh atau dibunuh (Apa yang dimaksud revolusi kebudayaan China? dalam www.belajar-sampai-mati.blogspot.com).
Banyak masyarakat China yang menganggap HAMnya telah dirampas. Kaum muda dipaksa untuk pindah ke pedesaan dan mengajarkan propaganda Partai Komunis China.
Revolusi kebudayaan ini juga erat kaitannya dengan visi Mao Tse Tung yaitu “Lompatan jauh ke depan” yang lebih mengarah ke bidang agraris. Sehingga para petani dituntut untuk bekerja sangat keras dan membunuh “empat makhluk jahat” yaitu burung, tikus, serangga dan lalat. Ternyata pelaksanaan revolusi ini mempunyai dampak buruk. Banyak petani yang mati karena kelelahan. “Empat makhluk jahat” yang dibunuh oleh petani membuat ketidak seimbangan alam. Pada tahun 1958-1961, lebih dari 30 juta rakyat China mati kelaparan.
Pada tahun 1983, Peng Qian yang menjabat sebagai wakil walikota kota Shantou mendengar kabar bahwa telah ditemukan pemakaman korban revolusi kebudayaan China. Hal ini membuat Peng Qian membuat monumen yang konstruksinya berada di bukit Tashan. Museum ini dinamakan Ta Park. Didalamnya ada patung mantan pemimpin PKC, Liu Shaoqi dan Ye Jianying. Juga ada relief dinding yang menggambarkan 100 jenis penyiksaan yang digunakan pada era revolusi kebudayaan, dan dibelakang dinding itu terdapat ribuan nama korban yang meninggal (Proyek Museum Revolusi Kebudayaan Pertama China oleh NTD News dalam www.erabaru.net).
Pada masa sekarang ini, banyak yang mengkaji revolusi kebudayaan China, diantaranya adalah Partai Komunis China dan Gerakan Demokrasi China. Partai Komunis China menganggap bahwa revolusi kebudayaan China terjadi karena tidakan seseorang yang terlalu memuja diri sendiri dan memanipulasi publik untuk menghancurkan partai dan lembaga pemerintahan. Sedangkan Gerakan Demokrasi China menganggap revolusi kebudayaan China terjadi karena demokrasi yang terlalu dibatasi dan menyalahkan Partai Komunis China.
Menurut saya, Mao Tse Tung terlalu terburu-buru dalam membuat revolusi ini. China harusnya bangkit dulu setelah runtuhnya dinasti Qing saat Perang Candu melawan Inggris. Itulah yang membuat revolusi itu tidak berhasil. Malah membuat kekacauan dalam berbagai bidang.

Sumber bacaan :
Apa yang dimaksud revolusi kebudayaan China? Oleh Hoeda Manis dalam www.belajar-sampai-mati.blogspot.com



3. Apa yang dimaksud dengan “lompatan jauh ke depan?”
Lompatan jauh ke depan atau yang biasa dikenal dengan The Great Leap Forward (Sebuah lompatan jauh ke depan dalam www.worldofthousandwords.wordpress.com). Lompatan jauh ke depan ini digerakkan oleh Mao Tse Tung pada tahun 1958-1960 yang menitik beratkan pada penggunaan tenaga kerja manusia untuk efisiensi produksi dan program pembangunan China. Saat program ini dilaksanakan, banyak perubahan luar biasa dalam ekonomi China untuk mendorong kesejahteraan rakyatnya. Seperti yang sudah saya tulis dalam nomor 2, bahwa revolusi kebudayaan China ada kaitannya dengan lompatan jauh ke depan. Dimana saat revolusi kebudayaan, China lebih fokus pada bidang agraris. Mao Tse Tung memerintahkan petani untuk bekerja lebih keras agar bisa mengimpor hasilnya. Tapi karena revolusi itu mengalami kegagalan, maka dibuatlah program lompatan jauh ke depan ini. China yang tadinya merupakan negara agraris seperti Indonesia berubah menjadi berbasis industri seperti Uni Soviet karena krisis dan kemunduran akibat ekonomi, sosial dan politik yang terjadi setelah revolusi kebudayaan China.
Menurut saya, Mao Tse Tung begitu berani mengambil langkah ini. Yaitu merubah ekonomi China yang agraris menjadi industri karena kegagalan revolusi kebudayaannya. Dengan jumlah penduduk yang sangat banyak dan kualitas sumber daya manusia yang bagus, membuat China sekarang menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia setelah bangkit dari keterpurukannya. Kerja keras Mao Tse Tung terbayar sudah. Mungkin karena itu masyarakat China sangat mencintai Mao Tse Tung. Terkadang memang sebuah perubahan diperlukan untuk merubah kesejahteraan suatu bangsa. Meskipun terlihat tidak mungkin. Itulah yang diperlukan Indonesia.
Sumber bacaan :
Seratus Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia oleh Michael H. Hart dalam www.media.isnet.org
Sebuah Lompatan Jauh ke Depan dalam www.worldofthousanwords.wordpress.com

2 komentar:

  1. assalamualaikum
    boleh saya bertanya kalau politik luar negeri indonesia bebas aktif, sedangkan kalau politik luar negeri china apa??
    trimakasih, apa purti ini adamatakulai politik luar negeri china?
    boleh berbadi bahan kuliahnya membantu untuk tugas akhir saya.
    trimakasih.:-)

    BalasHapus
  2. wa'alaikumsalam ...
    kalau china, dia punya prinsip politik luar negerinya , ini MENJALANKAN PRINSIP BEBAS MERDEKA
    TIDAK BERSEKUTU DGN NEGARA BESAR ATAU KELOMPOK NEGARA MANAPUN
    TIDAK MENDIRIKAN KELOMPOK MILITER
    TIDAK IKUT SERTA DALAM PERLOMBAAN PERSENJATAAN
    TIDAK MENGADAKAN PERLUASAN MILITER

    iya, semester 3 ini saya mengambil politik luar negeri china sebagai mata kuliah pilihan...
    boleh tentu saja :)
    bisa hubungi saya di email putricahyanti15@gmail.com

    BalasHapus