Fiuhh.... review kedua kelaar :D ahh bahagianyaahhh...
Review kali ini tentang cold war.. alhamdulillah dikit-dikit mudeng daripada review yang pertama :(
Ini nih reviewku, maaf ya kalo (agak) nggak jelas :D
Review 2
The Cold War
Perang dingin adalah masa setelah
Perang Dunia ke-2 antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Tidak ada tanggal
pasti kapan dimulainya perang dingin antara kedua negara tersebut. Perang
dingin ini terjadi karena rasa saling tidak percaya dan curiga antara Amerika
Serikat dan Uni Soviet yang pada akhirnya berubah menjadi kompetisi geopolitik
dan ideologi.
Kematian presiden Franklin Roosevelt
pada April 1945, penggantinya yaitu
Harry Truman yang dengan jelas lebih menentang Uni Soviet daripada
pendahulunya. Setelah kekalahan Jepang pada tahun 1945, aliansi-aliansi yang
sudah dibentuk untuk mengalahkan Jepang, Jerman dan Itali mulai lepas dengan
cepat. Jerman pun terbagi menjadi dua yang dipisahkan oleh Tembok Berlin, yaitu
Jerman Timur yang dikuasai oleh Uni Soviet dan Jerman Barat yang dikuasai oleh
Amerika Serikat. Beberapa tahun kemudian, Uni Soviet berhasil mengetes bom atom
mereka, yang memunculkan adanya NATO (North
Atlantic Treaty Organisation). NATO berniat menyediakan struktur formal
untuk militer Amerika Serikat di Eropa yang ingin menghalangi agresi Uni
Soviet. Uni Soviet merospon dengan membuat Pakta Warsawa sebagai balasannya
pada tahun 1955. Dengan demikian, aliansi selama 10 tahun untuk menumbangkan
Nazi Jerman sekarang melawan satu sama lain. Bukan hanya Jerman yang terbagi
menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur, bahkan Eropa pun terbagi menjadi Eropa
Timur yang dikuasai oleh Uni Soviet dan Eropa Barat yang dikuasai oleh Amerika
Serikat.
Dua kejadian penting di Asia membawa
pengaruh yang global mengenai perang dingin ini. Kekalahan Jepang mengakibatkan
perang saudara di China yang telah berlangsung sejak tumbangnya Dinasti Manchu
pada tahun 1911. Pengaruh perang dingin yang kedua terjadi di semenanjung
Korea. Semenanjung Korea yang merupakan koloni Jepang sejak 1895 terbagi
menjadi dua yaitu Korea Selatan dan Korea Utara karena kekalahan Jepang. Pada
Juni tahun 1950, Uni Soviet membantu Korea Utara dalam menyerang Korea Selatan
yang didukung oleh Amerika.
Puncak perang dingin ini terjadi
pada krisis Berlin pada tahun 1961 dan krisis misil Kuba pada tahun 1962.
Pertama, adanya tembok Berlin yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur
membuat warga Berlin timur mencoba untuk menyebrang ke Berlin Barat sejak
tembok itu ada. Ratusan nyawa terbunuh karena itu. Kedua, Uni Soviet diam-diam
menyebarkan misil pada 90 mil lepas pantai Amerika Serikat. Kedua krisis ini
membuat dunia secara luar biasa memulai untuk pemusnahan senjata nuklir dan ini
berdampak pada peningkatan komunikasi antara Washington dan Moskow, dan hubungan
yang sedikit lebih stabil antara Soviet-Amerika untuk 10 tahun kedepan.
Pengakuan secara resmi Amerika
Serikat kepada China pada tahun 1972 dan penandatanganan Strategic Arms Limitation Treaty pada tahun yang sama dan the
Helsinki Final Act pada tahun 1975 merupakan kunci prestasi dari detente yang
meningkatkan hubungan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Amerika Serikat
yang dipimpin oleh Presiden Nixon dan sekretaris negaranya, Henry Kissinger
mencoba untuk meningkatkan hubungan Amerika Serikat dengan China dan Rusia.
Kesuksesan revolusi di Etiopia, Iran, Kamboja, Angola, Afghanistan, dan
Nicaragua pada pertengahan kedua tahun 1970 dan paling utama, intervensi Soviet
di Afghanistan pada tahun 1979, merupakan hasil-haasil dari detente.
Setelah
pertemuan tingkat tinggi di Geneva pada akhir tahun 1985, presiden Amerika
Serikat saat itu yaitu Ronald Reagan menerima proposal pengurangan senjata yang
dibuat oleh Mikhail Gorbachev dan bersama-sama mereka membangun rasa saling
percaya antara dua negara tersebut. Inilah tanda dari berakhirnya perang
dingin. Gorbachev memperbaiki kebijakan-kebijakan Uni Soviet dengan perestroika (merestrukturisasi), glasnost (keterbukaan) dan
demokrasi. Pemerintahan Uni Soviet telah menyadari bahwa sudah tiba waktunya
untuk mengakhiri situasi ini dimana Uni Soviet memutuskan arah politik dan
strategi di Eropa bagian timur.
Teori-teori Hubungan Internasional mempunyai hubungan
yang sangat dekat dengan perang dingin, dimana banyak perkembangan ilmu
teoritikal adalah fungsi dari perubahan-perubahan pada dinamik pada konflik.
Munculnya realisme merupakan produk dari dominannya geopolitik selama masa-masa
awal perang dingin. Banyak pertanyaan-pertanyaan bermunculan, antara lain
‘mengapa Amerika Serikat dan Uni Soviet menghindari konflik militer?’. Beberapa
berpendapat pada adanya komunikasi yang baik dan diplomasi yang efektif pada
saat terjadinya krisis, yang lain berpendapat bahwa jarak yang jauh antara Amerika
Serikat dan Uni Soviet yang membuatnya tetap damai.
Perang dingin mungkin sudah lebih dari 20 tahun berlalu,
tetapi efek akan perang dingin ini akan lama hilang, dan akan menjadi perhatian
utama para sarjana-sarjana, pembuat kebijakan dan analisis dari hubungan
internasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar