Minggu, 28 April 2013

Review 2 - Cold War

Fiuhh.... review kedua kelaar :D ahh bahagianyaahhh...
Review kali ini tentang cold war.. alhamdulillah dikit-dikit mudeng daripada review yang pertama :(
Ini nih reviewku, maaf ya kalo (agak) nggak jelas :D

Review 2
The Cold War

            Perang dingin adalah masa setelah Perang Dunia ke-2 antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Tidak ada tanggal pasti kapan dimulainya perang dingin antara kedua negara tersebut. Perang dingin ini terjadi karena rasa saling tidak percaya dan curiga antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang pada akhirnya berubah menjadi kompetisi geopolitik dan ideologi.
            Kematian presiden Franklin Roosevelt pada April 1945,  penggantinya yaitu Harry Truman yang dengan jelas lebih menentang Uni Soviet daripada pendahulunya. Setelah kekalahan Jepang pada tahun 1945, aliansi-aliansi yang sudah dibentuk untuk mengalahkan Jepang, Jerman dan Itali mulai lepas dengan cepat. Jerman pun terbagi menjadi dua yang dipisahkan oleh Tembok Berlin, yaitu Jerman Timur yang dikuasai oleh Uni Soviet dan Jerman Barat yang dikuasai oleh Amerika Serikat. Beberapa tahun kemudian, Uni Soviet berhasil mengetes bom atom mereka, yang memunculkan adanya NATO (North Atlantic Treaty Organisation). NATO berniat menyediakan struktur formal untuk militer Amerika Serikat di Eropa yang ingin menghalangi agresi Uni Soviet. Uni Soviet merospon dengan membuat Pakta Warsawa sebagai balasannya pada tahun 1955. Dengan demikian, aliansi selama 10 tahun untuk menumbangkan Nazi Jerman sekarang melawan satu sama lain. Bukan hanya Jerman yang terbagi menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur, bahkan Eropa pun terbagi menjadi Eropa Timur yang dikuasai oleh Uni Soviet dan Eropa Barat yang dikuasai oleh Amerika Serikat.
            Dua kejadian penting di Asia membawa pengaruh yang global mengenai perang dingin ini. Kekalahan Jepang mengakibatkan perang saudara di China yang telah berlangsung sejak tumbangnya Dinasti Manchu pada tahun 1911. Pengaruh perang dingin yang kedua terjadi di semenanjung Korea. Semenanjung Korea yang merupakan koloni Jepang sejak 1895 terbagi menjadi dua yaitu Korea Selatan dan Korea Utara karena kekalahan Jepang. Pada Juni tahun 1950, Uni Soviet membantu Korea Utara dalam menyerang Korea Selatan yang didukung oleh Amerika.
            Puncak perang dingin ini terjadi pada krisis Berlin pada tahun 1961 dan krisis misil Kuba pada tahun 1962. Pertama, adanya tembok Berlin yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur membuat warga Berlin timur mencoba untuk menyebrang ke Berlin Barat sejak tembok itu ada. Ratusan nyawa terbunuh karena itu. Kedua, Uni Soviet diam-diam menyebarkan misil pada 90 mil lepas pantai Amerika Serikat. Kedua krisis ini membuat dunia secara luar biasa memulai untuk pemusnahan senjata nuklir dan ini berdampak pada peningkatan komunikasi antara Washington dan Moskow, dan hubungan yang sedikit lebih stabil antara Soviet-Amerika untuk 10 tahun kedepan.
            Pengakuan secara resmi Amerika Serikat kepada China pada tahun 1972 dan penandatanganan Strategic Arms Limitation Treaty pada tahun yang sama dan the Helsinki Final Act pada tahun 1975 merupakan kunci prestasi dari detente yang meningkatkan hubungan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Amerika Serikat yang dipimpin oleh Presiden Nixon dan sekretaris negaranya, Henry Kissinger mencoba untuk meningkatkan hubungan Amerika Serikat dengan China dan Rusia. Kesuksesan revolusi di Etiopia, Iran, Kamboja, Angola, Afghanistan, dan Nicaragua pada pertengahan kedua tahun 1970 dan paling utama, intervensi Soviet di Afghanistan pada tahun 1979, merupakan hasil-haasil dari detente.
            Setelah pertemuan tingkat tinggi di Geneva pada akhir tahun 1985, presiden Amerika Serikat saat itu yaitu Ronald Reagan menerima proposal pengurangan senjata yang dibuat oleh Mikhail Gorbachev dan bersama-sama mereka membangun rasa saling percaya antara dua negara tersebut. Inilah tanda dari berakhirnya perang dingin. Gorbachev memperbaiki kebijakan-kebijakan Uni Soviet dengan perestroika (merestrukturisasi), glasnost (keterbukaan) dan demokrasi. Pemerintahan Uni Soviet telah menyadari bahwa sudah tiba waktunya untuk mengakhiri situasi ini dimana Uni Soviet memutuskan arah politik dan strategi di Eropa bagian timur.
            Teori-teori Hubungan Internasional mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan perang dingin, dimana banyak perkembangan ilmu teoritikal adalah fungsi dari perubahan-perubahan pada dinamik pada konflik. Munculnya realisme merupakan produk dari dominannya geopolitik selama masa-masa awal perang dingin. Banyak pertanyaan-pertanyaan bermunculan, antara lain ‘mengapa Amerika Serikat dan Uni Soviet menghindari konflik militer?’. Beberapa berpendapat pada adanya komunikasi yang baik dan diplomasi yang efektif pada saat terjadinya krisis, yang lain berpendapat bahwa jarak yang jauh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang membuatnya tetap damai.
            Perang dingin mungkin sudah lebih dari 20 tahun berlalu, tetapi efek akan perang dingin ini akan lama hilang, dan akan menjadi perhatian utama para sarjana-sarjana, pembuat kebijakan dan analisis dari hubungan internasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar